Walikota Bandung, Muhammad Farhan mengakui ada gangguan dalam hal arus lalulintas saat berlangsungnya pawai. Karena itu, Farhan meminta maaf atas apa yang terjadi, termasuk kepada warga yang kemudian ditegur petugas.
“Berawal dari Gesat (Gedung Sate) dan berakhir di Pendopo, memang agak tersendat. Tadi kita target jam 12, jam 1 sampai, tapi jam segini baru sebagian yang masuk,” ucap Farhan.
“Saya juga melihat banyak yang terpaksa parkir sembarangan jadi saya minta maaf pada warga yang agak ditegur, saya minta maaf pisan,” lanjutnya.
Baca Juga:Masa Jabatan Dirut PDAM Kabupaten Cirebon Berakhir, Bupati Siapkan PltMatangkan Seleksi Sekolah Maung, Infrastruktur Aplikasi dan Perangkat Komputer Dipastikan Rampung Hari Ini
Farhan menyebut, euforia kemenangan Persib Bandung diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Tapi untuk Senin (25/5/2026), ia meminta Bobotoh untuk tidak dulu turun ke jalan.
Alasannya, Farhan menyebut akan ada kunjungan kerja dari Presiden Prabowo Subianto ke Kota Bandung. “Antusiasme seperti ini tentu tidak akan berakhir hari ini saja. Masih ada, Senin kita sterilkan dulu beberapa saat karena ada kunjungan RI 1 (Presiden), kalau mau mungkin setelahnya sorenya kita akan coba untuk buat sediakan acara khusus untuk sponsor,” ungkapnya.
Di sisi lain, Farhan juga mengungkap Pemkot Bandung tidak menyiapkan bonus kepada Persib Bandung yang telah menjuarai Super League dan gelar kelimanya sejak 1995. Farhan menegaskan, bonus akan diberikan oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sebesar Rp1 miliar.
“Tidak ada, tapi Pak Gubernur kasihnya Rp1 miliar. Ya saya juga berterima kasih pada Pak Gubernur karna membuka jalan, tapi beliau harus bergeser,” ujarnya.
Farhan juga mengungkapkan, ada perbedaan situasi dalam prosesi pawai juara Persib dibanding musim lalu. Pada musim 2024/2025, pawai juara dilakukan dari Balai Kota Bandung menuju Gedung Sate.
Dibanding musim itu, Farhan menyebut Bobotoh yang datang kali ini terlihat lebih banyak, meski sebenarnya tidak jauh berbeda. Perbedaan menurut dia hanya terdapat pada lokasi perayaan.
“Tahun lalu ramai, penghuninya sama, hanya saja tahun lalu Gasibu masih dibuka dan semuanya di gasibu. Di jalan ga terlalu penuh. Kalau ini kan jalan hanya 1/3 Gasibu, jadi orang memenuhi sepanjang jalan,” jelasnya. “Akibatnya lebih lambat saja,” imbuhnya.
