RADARCIREBON.ID- BANDUNG- Ribuan Bobotoh, pendukung setia Persib Bandung, memadati kawasan Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Minggu (24/5). Mereka mengikuti pawai kemenangan Persib Bandung usai meraih gelar juara BRI Super League 2025/2026.
Sejak Minggu (24/5) pagi hari, kawasan Jalan Asia Afrika sudah dipenuhi lautan suporter dengan atribut berwarna biru dan putih. Mereka memenuhi sepanjang jalan hingga trotoar demi menyambut rombongan Persib.
Keramaian mulai tampak dari kawasan Jalan Merdeka, Jalan Naripan, hingga Jalan Braga. Para Bobotoh datang beramai-ramai sambil membawa bendera, syal, serta mengenakan berbagai koleksi jersey Persib dari musim yang berbeda.
Baca Juga:Masa Jabatan Dirut PDAM Kabupaten Cirebon Berakhir, Bupati Siapkan PltMatangkan Seleksi Sekolah Maung, Infrastruktur Aplikasi dan Perangkat Komputer Dipastikan Rampung Hari Ini
Sorakan “Persib Juara” terdengar bergema di sepanjang jalan. Ribuan Bobotoh rela berdesakan untuk mendapatkan tempat terbaik agar dapat melihat langsung para pemain dan ofisial Maung Bandung yang mengikuti pawai.
Sebagian suporter bahkan naik ke pembatas jalan, kursi, maupun tempat yang lebih tinggi supaya bisa menyaksikan iring-iringan kendaraan dengan lebih jelas. Kondisi tersebut membuat kerumunan semakin padat.
Akibat membludaknya massa, arus lalu lintas di kawasan itu sempat lumpuh total untuk sementara waktu. Walau dipenuhi banyak orang, suasana perayaan tetap berlangsung meriah, tertib, dan penuh semangat. Momen ini menjadi bentuk kebahagiaan Bobotoh atas keberhasilan Maung Bandung kembali membawa pulang trofi liga.
Sayangnya, pelaksanaan pawai tidak berjalan mulus. Membludaknya Bobotoh yang turun ke jalan untuk menyaksikan para pemain Maung Bandung, membuat pawai sempat terkendala akses jalan yang sulit dilalui.
Di Jalan Asia Afrika, Bobotoh sudah memadati lokasi sejak pagi hari. Kondisi ini membuat jalan tak bisa dilalui, bahkan beberapa kendaraan sempat terjebak di tengah kerumah massa.
Selain itu, proses pengangkatan trofi yang semula direncanakan dilakukan di Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) dekat Gedung Merdeka juga buyar. Hanya segelintir pemain Persib yang kemudian turun dan naik di JPO itu karena situasi yang tidak memungkinkan.
Bahkan saking tidak kondusifnya situasi, pemain asing Persib, Frans Putros sampai-sampai kehilangan telepon genggam miliknya karena terjatuh saat berjalan di tengah kerumunan Bobotoh.
