“Itu sudah terbukti. Coba hitung ada berapa SD dan SMP di Kabupaten Indramayu, semuanya bisa menjadi tempat pemilahan sampah. Saya juga berharap SMA di bawah kewenangan provinsi bisa ikut dilibatkan sehingga titik pemilahan sampah akan semakin banyak,” tuturnya.
Bupati Lucky juga berencana menggelar kompetisi tingkat kecamatan bagi sekolah SD dan SMP. Sekolah yang berhasil mengumpulkan sampah plastik terbanyak akan mendapatkan penghargaan, kemudian para juara akan diikutsertakan dalam kompetisi tingkat kabupaten.
“Saat ini kita fokuskan dulu di lingkungan sekolah. Ke depan, seluruh kuwu atau kepala desa juga harus mulai menerapkan program pemilahan sampah dengan melibatkan masyarakat di tingkat RT dan RW,” katanya. (oni)
