RADARCIREBON.ID – TRIKARSA Fest 2026 resmi berakhir pada 17 Agustus 2026 setelah berlangsung selama empat hari. Festival ekonomi dan budaya yang diinisiasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Cirebon tersebut mencatat sejumlah capaian, mulai dari transaksi UMKM, perluasan digitalisasi pembayaran hingga komitmen kerja sama bisnis.
Kepala KPw BI Cirebon, Wihujeng Ayu Rengganis, mengatakan TRIKARSA Fest 2026 menghadirkan 37 kegiatan dengan jumlah kunjungan lebih dari 115.538 orang. Festival tersebut melibatkan 103 tenant UMKM dan sembilan mitra strategis.
“Capaian ini menunjukkan TRIKARSA Fest 2026 menjadi wadah yang mempertemukan pelaku usaha dengan pasar, mitra usaha, dan sumber pembiayaan untuk membuka peluang pertumbuhan yang lebih luas,” ujar Wihujeng.
Baca Juga:Laki-Laki Ungguli Perempuan, Penduduk Kota Cirebon Capai 360.099 JiwaMusim Kemarau, Waspadai Kekeringan dan Kebakaran
Selama pelaksanaan festival, transaksi tercatat sekitar Rp1,14 miliar. Sementara melalui agenda business matching, tercatat 49 Letter of Intent (LoI) dengan nilai komitmen sekitar Rp14,32 miliar.
Kegiatan tersebut juga mendorong penyaluran pembiayaan perbankan di wilayah Ciayumajakuning dengan nilai sekitar Rp2,12 miliar.
Semangat transformasi digital turut terlihat dari penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Selama rangkaian kegiatan, tercatat 9.282 transaksi menggunakan QRIS.
Menurut Wihujeng, capaian tersebut menunjukkan semakin luasnya penerimaan masyarakat terhadap transaksi digital yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal (CEMUMUAH).
Berbagai aktivitas berbasis QRIS selama festival turut mendorong digitalisasi pembayaran menjadi bagian dari aktivitas ekonomi sehari-hari, khususnya di kalangan pelaku UMKM.
TRIKARSA Fest 2026 juga menjadi ruang pengembangan kreativitas dan keterampilan masyarakat. Sebanyak 4.550 peserta mengikuti berbagai kompetisi dan talkshow yang digelar sepanjang festival.
Peserta berasal dari berbagai kelompok usia di wilayah Ciayumajakuning. Sejumlah kompetisi bahkan menarik peserta dari berbagai daerah di Indonesia sehingga berkembang menjadi kegiatan berskala nasional.
Baca Juga:Direktur SDM Pelindo Tinjau Pelabuhan Dorong KDKMP Jadi Penggerak Ekonomi Desa, Pemkab Cirebon Siapkan Ratusan Armada
Selain kompetisi, agenda festival diisi kegiatan edukatif, termasuk bootcamp kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan program barista nonprofesional. Program tersebut diproyeksikan dapat mendorong penyerapan tenaga kerja hingga 60 orang.
“Inisiatif tersebut menjadi langkah awal untuk menunjukkan bahwa pengembangan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri dapat membuka peluang ekonomi baru apabila dikembangkan melalui sinergi lintas pihak dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan perekonomian,” jelasnya.
