RADARCIREBON.ID – Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Cabang Jatibarang kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Dalam program tersebut, BRI menyerahkan bantuan berupa 10 unit mesin pompa air hasil konversi bahan bakar minyak (BBM) ke gas (LPG) kepada Kelompok Tani Jagabaya, Desa Bodas, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, Jumat (14/8/2026).
Pemimpin BRI Kantor Cabang Jatibarang, Raden Panji Rizqi Nuh Raharjo, mengatakan bantuan mesin pompa air tersebut diperuntukkan bagi kelompok tani di wilayah Desa Bodas. Pemilihan mesin dengan bahan bakar LPG dilakukan dengan mempertimbangkan efisiensi yang dapat dirasakan para petani dalam kegiatan operasional sehari-hari.
“Kenapa pakai LPG? Pertama, karena lebih efisien secara bahan bakar, dan yang kedua juga lebih irit secara rupiah untuk operasional sehari-hari,” ujarnya.
Baca Juga:Residivis Pembobol Pabrik Berhasil Diringkus Satreskrim Polres MajalengkaUpacara HUT RI di Tengah Kepungan Asap TPSA Ciniru
Raden Panji menjelaskan, program TJSL merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan BRI setiap tahun. Bentuk serta tema bantuan yang diberikan dapat berbeda-beda pada setiap periode, menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan program yang dijalankan.
Adapun proses penentuan penerima bantuan dilakukan melalui pengajuan permohonan dari kelompok tani. Setelah permohonan diterima, pihak BRI kemudian melakukan proses seleksi untuk menentukan kelompok yang berhak mendapatkan bantuan.
“Harapannya, dengan adanya TJSL ini bisa membantu masyarakat, khususnya petani di Kabupaten Indramayu, supaya lebih produktif dan juga untuk meningkatkan taraf hidup para petani di Kabupaten Indramayu,” tutur Raden Panji Rizqi Nuh Raharjo.
Bantuan tersebut mendapat sambutan positif dari para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan) Jagabaya. Ketua Kelompok Tani Jagabaya, Dapi, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan melalui program TJSL BRI.
Menurut Dapi, bantuan berupa 10 unit mesin pompa air berbahan bakar gas atau LPG tersebut sangat dibutuhkan petani, khususnya dalam menghadapi musim kemarau. Mesin pompa nantinya dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan pasokan air ke lahan persawahan.
Dapi menilai penggunaan pompa air berbahan bakar gas juga tidak menjadi kendala bagi para petani. Pasalnya, para anggota kelompok tani telah memahami cara mengoperasikan mesin pompa dengan bahan bakar LPG tersebut.
