Selain jumlah hydrant aktif yang minim, Agung juga menyoroti proses pengisian air hydrant yang dinilai belum optimal.
“Problem hari ini ada hydrant yang aktif, tetapi saat jam kerja pengisian air tidak maksimal. Kalau malam hari mungkin bisa terisi 20 menit, tetapi saat siang bisa sampai satu jam,” katanya.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu segera dibenahi karena dapat memengaruhi kecepatan penanganan kebakaran di lapangan dan berdampak pada keselamatan masyarakat.
Baca Juga:Jalan Depan Stasiun Kejaksan Rusak Parah Ini Alasan Warga Pancuran Barat Demo Tolak Perpanjangan Kontrak Menara BTS
Dalam kesempatan itu, Agung juga mengungkapkan sejumlah kebutuhan DPKP sebenarnya telah diusulkan pada 2025. Namun, usulan tersebut belum terealisasi akibat efisiensi dan pergeseran anggaran ke sektor lain.
“Harapan saya, urgensi Damkar ini menjadi perhatian karena tugas mereka bukan hanya memadamkan api, tetapi juga melakukan penyelamatan saat banjir dan bencana lainnya. Pelayanan yang cepat tentu harus didukung sarana dan prasarana,” tandasnya. (cep)
