Tugas Berat, Sarpras Minim, Untuk Kesekian Kalinya DPRD Kunjungi Damkar

DPKP Kota Cirebon
KUNJUNGAN KERJA: DPKP Kota Cirebon memaparkan kondisi keterbatasan sarana dan prasarana kepada Komisi I DPRD Kota Cirebon. FOTO: IST/RADAR CIREBON
0 Komentar

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Kota Cirebon, Agung Supirno, menegaskan komitmennya untuk mendorong pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana DPKP agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan optimal.

“Banyak kebutuhan Damkar agar bisa optimal dalam melayani masyarakat. Karena tugas dan fungsi Damkar bukan hanya pemadaman kebakaran, tetapi juga pengendalian dan pencegahan kebakaran, penyelamatan, hingga pemberdayaan masyarakat terkait pentingnya pencegahan kebakaran,” ujar Agung.

Ia mengatakan, pihaknya akan memperjuangkan kebutuhan DPKP melalui pembahasan anggaran bersama Badan Anggaran dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Cirebon.

Baca Juga:Jalan Depan Stasiun Kejaksan Rusak Parah Ini Alasan Warga Pancuran Barat Demo Tolak Perpanjangan Kontrak Menara BTS

“Ini menjadi komitmen kami di Komisi I DPRD Kota Cirebon agar Damkar bisa maksimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Karena Damkar bekerja untuk masyarakat,” katanya.

Salah satu kebutuhan mendesak yang disoroti adalah mobil rescue khusus untuk operasi penyelamatan nonkebakaran.

“Mobil rescue ini penting. Damkar sering diminta membantu evakuasi ular, tawon, dan lainnya. Tidak mungkin menggunakan mobil pemadam yang besar untuk rescue seperti itu. Selain sulit di jalan, masyarakat juga bisa mengira ada kebakaran besar. Minimal ada satu mobil rescue terlebih dahulu,” tambahnya.

180 Hydrant, 11 yang Beroperasi

Komisi I DPRD Kota Cirebon menyoroti kondisi hydrant di sejumlah wilayah Kota Cirebon yang banyak tidak berfungsi. Dari sekitar 180 titik hydrant yang dikelola Perumda Air Minum Tirta Giri Nata, hanya 11 titik yang masih beroperasi normal.

Data tersebut berdasarkan catatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Cirebon. Sementara sisanya mengalami kerusakan, termasuk kehilangan konektor akibat aksi pencurian.

Kondisi itu dinilai menyulitkan petugas pemadam kebakaran saat menangani kebakaran karena harus mengambil pasokan air dari lokasi yang cukup jauh dari titik kejadian.

Ketua Komisi I DPRD Kota Cirebon, Agung Supirno, meminta Perumda Air Minum Tirta Giri Nata atau PDAM Kota Cirebon segera melakukan optimalisasi hydrant di seluruh wilayah kota.

Baca Juga:UGJ Wisuda 704 Lulusan Sarjana, Profesi, dan MagisterJembatan Kedungdawa-Kedungjaya Nyaris Ambruk, Warga dan TNI-Polri Helat Karya Bakti

“Kami berharap pemerintah daerah melalui PDAM bisa mengaktifkan hydrant-hydrant yang ada. Minimal satu ruas jalan memiliki satu hydrant,” ujarnya.

0 Komentar