Kuatnya Nilai Tukar Uang Asing Terhadap Rupiah, PMI Justru Untung Banyak

 PMI Justru Untung Banyak
MALAH UNTUNG: Anah, PMI asal Desa Tinumpuk, Kecamatan Juntinyuat, Indramayu. Anah bekerja di Hongkong dan kini tengah cuti. Gajinya naik jika dikonversi ke rupiah, dari sekitar Rp9 juta menjadi Rp11 juta. Foto: Anang Syahroni/Radar Indramayu
0 Komentar

“Paling banyak di negara Taiwan, mayoritas sektor informal seperti bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT), ada juga disektor formal seperti di negara Jepang dan negara lainnya,” kata Kabid Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Indramayu Asep Kurniawan melalui Staf Penempatan Luar Negeri, Rizal, Rabu (3/6/2026).

Dari 21.182 tersebut, kata Rizal, terdapat 6 skema penempatan kerja keluar Negeri yakni goverment to goverment (G to G) sebanyak 419 orang, private to private (P to P) sebanyak 16.326 orang, Perpanjangan PK Dalam Negeri 41 orang, Perpanjangan PK Luar Negeri 3.526 orang, Perseorangan (Mandiri) 827 orang, dan Skema Untuk Kepentingan Perusahaan Sendiri (UKPS) sebanyak 43 orang.

PMI KABUPATEN CIREBON

Kabupaten Cirebon juga tercatat sebagai salah satu daerah penyumbang pekerja migran terbesar. Data pada 2025, jumlah PMI Kabupaten Cirebon mencapai 11.431 orang.

Baca Juga:Aktivitas Masjid Miftahul Jannah Pelopori Kurban Digital, Siap Wakafkan Sistem ke Seluruh IndonesiaSMA Telkom Sekar Kemuning Sudah Siapkan 5 Ruang Kelas

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Cirebon Novi Hendriyanto SSTp MSi mengatakan jumlah tersebut tidak termasuk program magang yang diberangkatkan ke sejumlah negara, seperti Jepang dan beberapa negara di Eropa.

Novi menjelaskan, PMI asal Kabupaten Cirebon tersebar di sejumlah negara tujuan. Antara lain Taiwan, Hongkong, Jepang, Brunei Darussalam, Malaysia, Korea, hingga kawasan Timur Tengah. “Dari berbagai negara tersebut, Taiwan masih menjadi tujuan paling diminati oleh para pekerja migran asal Cirebon,” ungkap Novi.

Ia menilai, keberadaan PMI memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian daerah melalui remitansi atau pengiriman uang dari luar negeri ke keluarga di kampung halaman. Aliran devisa tersebut, menurut Novi, turut membantu menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung stabilitas ekonomi.

“Salah satu dampak positifnya adalah remitansi yang dikirim PMI ke Indonesia, khususnya ke Kabupaten Cirebon. Ini ikut berkontribusi terhadap perputaran ekonomi masyarakat dan membantu menjaga stabilitas rupiah,” katanya.

Namun demikian, di tengah dinamika ekonomi global dan fluktuasi nilai tukar dolar Amerika Serikat, Novi berharap tidak berdampak pada meningkatnya angka pemutusan hubungan kerja (PHK), terutama di sektor industri manufaktur yang menjadi salah satu penopang ekonomi Kabupaten Cirebon. “Ketika ekonomi tak stabil, nilai tukar rupiah melemah, khawatirnya terjadi PHK masal. Ini yang sangat kami khawatirkan,” tuturnya.

0 Komentar