RADARCIREBON.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) menargetkan mulai melaksanakan perbaikan Jalan Kalilunyu menuju kawasan Benda Kerep pada Agustus 2026. Proyek tersebut menjadi salah satu prioritas pemerintah untuk meningkatkan aksesibilitas masyarakat dan kawasan wisata religi.
Kepala DPUTR Kota Cirebon, Rachman Hidayat, mengatakan pelaksanaan proyek disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Karena itu, pengerjaan dilakukan secara hati-hati agar tidak menimbulkan persoalan anggaran, termasuk potensi tunda bayar.
“Pada Agustus kami mulai pelaksanaan, tetapi tetap menyesuaikan kondisi keuangan daerah. Kami berhati-hati agar tidak terjadi tunda bayar, sehingga terus berkoordinasi dengan tim keuangan,” ujarnya.
Baca Juga:Bentuk Satgas Sungai, Siapkan Pemasangan Trash BarrierPedagang Desak Usut Tuntas Penyebab Kebakaran, Pasar Tegalgubug Dua Kali Terbakar dalam Sepekan
Menurut Rachman, perbaikan Jalan Kalilunyu menuju Pondok Pesantren Benda Kerep merupakan salah satu proyek strategis DPUTR karena menjadi akses penting bagi masyarakat, aktivitas pendidikan, dan wisata religi.
“Jalan Kalilunyu menuju pondok pesantren menjadi salah satu proyek strategis yang kami prioritaskan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga DPUTR Kota Cirebon, Totong Rusmawan, menjelaskan seluruh persiapan proyek terus berjalan. Setelah Peraturan Wali Kota tentang Analisa Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) diundangkan, tahapan proyek kini memasuki persiapan pelaksanaan fisik.
“Perwal AHSP sudah diundangkan. Kegiatan tetap berjalan dan proyek ini masuk kategori strategis serta dipantau melalui Monitoring Center for Prevention (MCP). Mudah-mudahan pada Agustus pekerjaan fisik sudah dimulai,” ujarnya.
Totong menjelaskan ruas Jalan Sumurwuni menuju Benda Kerep akan dibangun menggunakan konstruksi beton (perkerasan kaku) dengan lebar 4,5 meter dan panjang sekitar 356,5 meter. Nilai anggaran proyek tersebut mencapai sekitar Rp1,2 miliar.
Di sisi lain, kalangan ulama dan masyarakat Benda Kerep mendesak Pemkot Cirebon segera merealisasikan perbaikan jalan yang kondisinya rusak parah. Kerusakan jalan dinilai mengganggu aktivitas warga sekaligus menghambat akses peziarah menuju kawasan wisata religi tersebut.
Desakan itu semakin menguat menjelang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diperkirakan akan dihadiri sekitar 20 ribu peziarah dari berbagai daerah.
Baca Juga:Pelibatan APH Kurang Tepat, Kepatuhan Pajak Bergantung pada Manfaat yang Dirasakan MasyarakatCirebon Siap Gelar Festival Topeng Internasional 2026
Ulama Benda Kerep, KH Aminudin, mengatakan jalan dari arah Kalilunyu maupun Argasunya merupakan akses utama yang harus segera diperbaiki.
