RADARCIREBON.ID–Kemunculan seekor ular king kobra berukuran besar di dekat permukiman warga Desa Mekarwangi, Kecamatan Lebakwangi, Kabupaten Kuningan, membuat warga setempat dilanda kepanikan. Reptil berbisa tersebut ditemukan berada di area belakang rumah warga sebelum akhirnya masuk ke gorong-gorong saluran air.
Peristiwa itu bermula saat Nunung (47), warga Desa Mekarwangi, tengah membersihkan rumput di belakang rumahnya. Saat beraktivitas, ia dikejutkan dengan kemunculan seekor ular berukuran besar yang diduga sedang berjemur di antara semak-semak.
Temuan tersebut segera diberitahukan kepada warga sekitar. Sejumlah warga sempat berupaya mengusir ular agar menjauh dari area permukiman. Namun, saat didekati, ular justru bergerak masuk ke dalam gorong-gorong sehingga keberadaannya sulit dipantau.
Baca Juga:Bupati Kuningan Sidak ASN Pascalibur Idul Adha 2026Bias Lintang Dialog Nakhodai Dewan Kebudayaan Kuningan, Era Baru Pemajuan Budaya Dimulai
Kepala UPT Damkar Kuningan, Andri Arga Kusumah, mengatakan laporan mengenai keberadaan ular itu diterima setelah warga merasa tidak mampu melakukan penanganan secara mandiri karena khawatir akan risiko yang ditimbulkan.
“Saksi kemudian memberitahukan kepada warga sekitar untuk mengusir ular tersebut. Namun saat warga mendekat, ular justru bergerak masuk ke dalam gorong-gorong saluran air,” ujar Andri.
Situasi semakin menegangkan karena tidak ada warga yang berani mendekati ular tersebut. Selain memiliki ukuran yang cukup besar, king kobra dikenal sebagai salah satu ular berbisa yang berbahaya sehingga keberadaannya di sekitar permukiman menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi warga.
Karena khawatir membahayakan keselamatan masyarakat sekitar, seorang warga bernama Citra (19) akhirnya menghubungi UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kuningan untuk meminta bantuan evakuasi.
Mendapat laporan tersebut, anggota piket Regu 2 Damkar Kuningan langsung bergerak menuju lokasi. Setibanya di tempat kejadian, petugas segera melakukan upaya pencarian dan evakuasi terhadap ular yang bersembunyi di dalam gorong-gorong.
Proses penyelamatan tidak berjalan mudah. Ruang gerak yang sempit di dalam saluran air serta karakter king kobra yang agresif dan memiliki tingkat bisa sangat tinggi, menjadi tantangan tersendiri bagi petugas.
Meski demikian, tiga anggota Damkar yang diterjunkan berhasil mengendalikan situasi. Dalam waktu sekitar 15 menit, ular berhasil dievakuasi dengan aman tanpa menimbulkan korban.
