Menurutnya, dana tersebut digunakan untuk kebutuhan material bangunan dan upah tenaga kerja, dengan pendampingan mulai dari proses verifikasi hingga evaluasi pembangunan.
Yang pasti, lanjut Meyli, nilai bantuan Rutilahu berbeda-beda sesuai sumber anggarannya. Pada program BSPS dari pemerintah pusat, bantuan sebesar Rp20 juta diberikan dengan rincian Rp17,5 juta untuk material bangunan dan Rp2,5 juta untuk upah pekerja.
Sementara bantuan dari Pemerintah Kabupaten Cirebon juga sebesar Rp20 juta. Dengan rincian Rp17 juta untuk material dan Rp3 juta untuk upah tukang.
Baca Juga:Kelola 12 Ton Sampah tanpa Residu, Wabup Cirebon Puji Keberhasilan TPS 3R CiawigajahSempat Alami Kendala Sistem saat PCMB, Hari Ini Proses SPMB, SMAN 1 Tengah Tani Siapkan 210 Kuota
Adapun bantuan dari Pemprov Jawa Barat disalurkan melalui Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM). Dengan pembagian Rp17,5 juta untuk material, Rp2 juta untuk upah tukang, serta Rp500 ribu untuk operasional LPM.
“Meski dana bantuan langsung masuk ke penerima manfaat, penggunaannya tetap mendapat pendampingan. Mulai dari tahap verifikasi hingga monitoring dan evaluasi pembangunan,” jelasnya.
Perlu diketahui, setiap pengajuan bantuan Rutilahu harus disampaikan melalui pemerintah desa atau kelurahan agar dapat diverifikasi dan masuk dalam daftar prioritas.
Sebelumnya, Kondisi rumah Kasiyati (36) warga Blok Karanganyar Wetan, Kelurahan Kemantren, Kecamatan Sumber sangat memprihatikan.
Tempat tinggal yang ia tempati bersama suami dan anak itu mirip gubuk, yang tidak layak huni.
Selama 15 tahun terakhir, mereka bertahan hidup di rumah berdinding geribik bambu dengan lantai tanah. Ironisnya, saat hujan besar tiba, lantai di dalam rumah berubah menjadi becek.
Dari luar, bangunan tersebut tampak rapuh. Beberapa bagian tampak miring dan hanya disangga batang bambu seadanya.
Baca Juga:Pemkab Cirebon Segera Siapkan Panitia Seleksi Direksi Perumda Tirta JatiApoteker Usulkan SIP Tiga Lokasi, Bupati Cirebon: Jika Sesuai Aturan Silakan Diproses
Di rumah itulah Kasiyati tinggal bersama suaminya, Suhadi (40), dan putra sulungnya yang kini duduk di kelas VII SMP Negeri 3 Sumber.
Meski jauh dari kata layak, rumah itu tetap menjadi tempat mereka berteduh dan menjalani kehidupan sehari-hari. (sam)
