Melihat lebih dekat ke arah aliran air, tampak struktur tanggul baru di sisi kiri sungai yang mengarah ke wilayah Kalibaru sudah berdiri kokoh dengan susunan batu kali yang rapi. Aliran air sungai di tengahnya mengalir dangkal dan berwarna gelap, dibatasi oleh pagar bambu atau kisdam darurat di bagian bawah untuk menahan pergeseran tanah selama proses konstruksi sisi seberang berlangsung.
Sebuah mobil bak terbuka hitam terparkir di area tanah kering di seberang sungai, berdekatan dengan pagar seng pembatas proyek yang menutupi pandangan ke arah pertokoan di Jalan Sukalila Utara. Pohon-pohon perindang berukuran besar di sepanjang tepi sungai memberikan sedikit keteduhan di tengah kawasan yang sedang bersalin rupa ini.
Demi meminimalkan dampak kemacetan di koridor Jalan Sukalila Selatan yang dikenal padat pada jam operasional toko, manajemen proyek memutuskan untuk mengurangi penggunaan alat berat. Jumlah ekskavator yang semula dioperasikan sebanyak dua unit, kini dipangkas menjadi satu unit saja setelah penanganan struktur di satu sisi sungai dianggap memadai. Saat ini, sisa pekerjaan pembongkaran dan perapian tanah sepenuhnya mengandalkan optimalisasi satu alat berat tersebut dikombinasikan dengan tenaga manual dari sekitar 28 pekerja harian.
Baca Juga:BK Undang Nasdem soal HSG, Abdul Wahid: Pada Akhirnya Nanti Ada KeputusanTimnas Indonesia U-19 vs Australia U-19, Bukan Lawan Sembarangan
Terkait cetak biru akhir penataan, BBWS memastikan tidak ada perubahan konsep dari rencana awal yang telah disosialisasikan. Kawasan Sukalila hingga Kalibaru akan mengadopsi konsep river garden (taman sungai), di mana fungsi utama sungai sebagai saluran drainase makro akan dipadukan dengan ruang terbuka publik pada bagian atas tanggul. “Target kami insya Allah Desember 2026 selesai. Jadi akhir tahun,” ucap Hendra.
Setelah seluruh struktur tanggul di area Sukalila dinyatakan rampung dan masuk fase finishing, para pekerja akan diarahkan untuk membangun fasilitas penunjang di bagian atas. Rencana pembangunan tersebut meliputi jalur pedestrian yang ramah pejalan kaki, penataan taman kota, pembuatan jogging track, serta penyediaan fasilitas umum lainnya.
Mengenai perlakuan terhadap wilayah Kalibaru pada tahap berikutnya, pihak BBWS menjelaskan adanya perbedaan perlakuan teknis. Berdasarkan dokumen gambar perencanaan, struktur pembatas di kawasan Kalibaru dinilai memiliki kualitas yang jauh lebih baik karena sudah menggunakan konstruksi beton bertulang yang rigid.
