Ia menegaskan, revitalisasi madrasah bukan hanya soal pembangunan fisik gedung. Lebih dari itu, program ini merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik bagi generasi masa depan.
“Kalau ruang belajarnya nyaman, anak-anak akan lebih semangat belajar. Guru juga lebih tenang mengajar. Dari ruang-ruang seperti inilah kita berharap lahir generasi yang unggul, cerdas, dan berkarakter,” ujarnya.
Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum Kuswara menjelaskan bahwa revitalisasi MTsN 1 Kota Bogor memperoleh anggaran sekitar Rp5,5 miliar untuk pekerjaan fisik dan pengadaan mebel. Saat ini progres pembangunan telah mencapai sekitar 90 persen.
Baca Juga:Target Rampung Akhir Tahun, BBWS Prioritaskan Pembangunan Tanggul Baru SukalilaLancar, Masih Sesuai Rencana, Pemulangan Jamaah Haji Indonesia dari Arab Saudi
“Total ada 23 ruang kelas. Sebanyak 11 ruang kelas sudah selesai dan digunakan, sementara sisanya dalam tahap finishing. Insya Allah seluruh pekerjaan tuntas pada 21 Juni sehingga pada tahun ajaran baru 2026/2027 seluruh ruang kelas sudah dapat dimanfaatkan untuk proses belajar mengajar,” jelasnya, di laman Kemenag.
Kepala MTsN 1 Kota Bogor Ahmad Tarmiji mengaku revitalisasi tersebut membawa perubahan besar bagi madrasah yang dipimpinnya. Ia menyebut suasana belajar kini jauh lebih nyaman dan berdampak pada meningkatnya kepercayaan masyarakat. “Saya bersama dewan guru dan siswa sampai terharu. Ketika anak-anak diberi tahu akan pindah ke ruang kelas baru, mereka sangat antusias,” ungkapnya.
Antusiasme itu, lanjut Tarmiji, juga tercermin dari tingginya minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di MTsN 1 Kota Bogor. “Bahkan saat penerimaan peserta didik baru tahun ini, jumlah pendaftar mencapai 681 siswa, sementara daya tampung untuk kelas 7 hanya sekitar 320 siswa,” katanya. Saat ini MTsN 1 Kota Bogor memiliki 30 rombongan belajar dengan jumlah siswa lebih dari 900 orang.
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menilai peningkatan sarana dan prasarana pendidikan akan semakin memperkuat posisi madrasah sebagai salah satu pilihan pendidikan unggulan di Kota Bogor. “Dengan sarana dan prasarana yang semakin baik, madrasah dapat menjadi salah satu pilihan pendidikan yang unggul. Daya tampung bertambah dan kualitas layanan pendidikan juga semakin meningkat,” ujarnya.
Program PHTC Revitalisasi Madrasah menjadi salah satu wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan pendidikan yang berkualitas dan berkeadilan. Di MTsN 1 Kota Bogor, revitalisasi tidak hanya mengubah wajah bangunan, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi siswa, guru, dan masyarakat.
