Dirinya meminta pertanggjngjawaban pihak Disdik atas kejadian yang merugikan prestasi atlet ini. Dan mengaku sampai saat dikonfirmasi, belum ada tembusan resmi atau permohonan maaf dari dinas terkait atas kelalaian tersebut.
Untuk diketahui, proses pendaftaran atlet O2SN dilakukan secara daring melalui sistem resmi Kementerian Pendidikan, yakni Portal Registrasi Ajang Talenta. Pendaftaran biasanya dilakukan oleh operator sekolah menggunakan akun yang terhubung dengan data pendidikan sekolah.
Waslani berharap kejadian tersebut menjadi evaluasi agar tidak kembali terjadi pada atlet pelajar lain. “Semoga ke depan ada perbaikan sistem dan koordinasi yang lebih baik, sehingga anak-anak yang sudah berprestasi tidak kehilangan kesempatan hanya karena persoalan administrasi,” ujarnya.
