Komentar Bernada Body Shaming Nana di Instagram Menuai Kecaman, Keluarga Sebut Ulah Admin

Komentar Bernada Body Shaming Nana di Instagram
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Hj Nana Kencanawati SPd
0 Komentar

“Sebagai wakil rakyat, sudah semestinya pejabat publik menunjukkan sikap santun, bijaksana, menghormati masyarakat. Perbedaan pandangan seharusnya dijawab dengan argumentasi dan dialog yang bermartabat, bukan dengan ucapan yang dapat melukai kehormatan rakyat,” lanjut pernyataan BEM Pesantren Zona Cirebon.

Atas dasar itu, BEM Pesantren Zona Cirebon menyatakan sikap dan menuntut permintaan maaf secara terbuka kepada pihak yang dirugikan. Kemudian, tabayyun dan klarifikasi terbuka kepada masyarakat, serta evaluasi etika dan sikap sebagai wakil rakyat.

Sementara itu, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon selular, Nana Kencanawati tak merespons. Meski demikian, melalui akun resmi Instagramnya, Nana menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada ibu yang bersangkutan, keluarga, serta seluruh masyarakat atas komentar yang di media sosial.

Baca Juga:Digitalisasi Bansos akan Diperkuat Teknologi GoToSiapkan Anggaran Rp13,28 Triliun, Renovasi Satuan Pendidikan, Menko PMK: Prioritas Presiden Bangun SDM

Ia menyadari bahwa komentar tersebut tidak tepat, tidak mencerminkan sikap yang seharusnya dan telah menimbulkan ketidaknyamanan serta ketersinggungan bagi banyak pihak. “Saya menyadari bahwa setiap ucapan dan tindakan saya di ruang publik memiliki konsekuensi, tidak ada maksud untuk merendahkan atau menghina siapa pun, namun saya memahami bahwa komentar tersebut tetap tidak pantas,” tulis Nana.

Menurutnya, kejadian ini menjadi pelajaran berharga untuk lebih bijak, berhati-hati, dan menghormati setiap warga dalam berkomunikasi, baik secara langsung maupun melalui media sosial. “Sekali lagi, saya memohon maaf dan berterima kasih atas kritik serta masukan yang diberikan masyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu, di tengah hujan kritik, muncul klarifikasi dari putra Nana, M Rizki Ramanda. Ia menegaskan bahwa kegaduhan di media sosial terkait komentar akun Instagram Nana bukanlah sikap resmi sang ibu, melainkan keteledoran admin. “Kami perlu klarifikasi dan meminta maaf atas kegaduhan dan keteledoran dari admin medsos Ibu Nana,” kata Ramanda, melalui rilisnya.

Menurutnya, admin yang mengelola akun tersebut lupa mengganti akun pribadi saat menanggapi atau memberikan komentar. Akibatnya, komentar yang seharusnya tidak keluar dari akun resmi Nana, justru menimbulkan salah tafsir di publik.

Ramanda menambahkan, pihak keluarga sudah menegur admin agar lebih bijak dan berhati-hati dalam mengelola informasi di media sosial. Admin diingatkan untuk tidak sembarangan berkomentar di unggahan pihak lain. Proses pengelolaan akun resmi anggota DPRD akan diperketat agar tidak menimbulkan kesalahpahaman publik.

0 Komentar