SPAM Cibeureum Didorong Segera Terwujud, Solusi Kekeringan Kuningan Timur 

PAM Kuningan
AIR BERSIH: PAM Tirta Kamuning Kuningan terus mendorong percepatan pengembangan SPAM Cibeureum sebagai solusi penyediaan air bersih bagi masyarakat.
0 Komentar

KUNINGAN – Upaya memperluas akses air bersih bagi masyarakat Kabupaten Kuningan terus dilakukan melalui pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Cibeureum. Program strategis tersebut diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk memenuhi kebutuhan air bersih, terutama bagi masyarakat di wilayah yang selama ini kerap mengalami kekeringan saat musim kemarau.

Direktur PAM Tirta Kamuning Kuningan, Dr Ukas Suharfaputra, mengatakan pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas layanan sekaligus menyiapkan berbagai program pengembangan infrastruktur air minum. Hal itu dilakukan seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan air bersih yang andal dan berkelanjutan.

Menurutnya, meski tarif air minum PAM Tirta Kamuning masih tergolong salah satu yang terendah di wilayah Ciayumajakuning, perusahaan tetap berkomitmen menjaga kinerja dan memperluas cakupan pelayanan kepada masyarakat.

Baca Juga:Jembatan Cijemit Kembali Dibuka, Hubungkan Tiga Desa di CiniruMahasiswa UNMA Terjun Langsung Pelajari Tata Kelola Administrasi Desa

Salah satu program prioritas yang saat ini didorong adalah pengembangan SPAM Cibeureum. Proyek tersebut merupakan kelanjutan pembangunan infrastruktur sumber air yang didanai melalui skema Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) pada periode 2022 hingga 2024.

Ukas menjelaskan, pembangunan bangunan intake telah rampung 100 persen dengan kapasitas produksi mencapai 100 liter per detik. Infrastruktur tersebut dirancang untuk melayani kebutuhan air bersih di tiga kecamatan dan 12 desa dengan potensi sekitar 10 ribu sambungan rumah.

Ia mengungkapkan, PAM Tirta Kamuning telah mengusulkan pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA), jaringan distribusi utama, serta berbagai sarana pendukung lainnya kepada pemerintah pusat.

“PAM Tirta Kamuning telah mengusulkan pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA), jaringan distribusi utama, dan sarana pendukung lainnya dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp118,8 miliar,” ungkapnya, Jumat (19/6).

Menurut Ukas, sebagian besar persyaratan administrasi maupun teknis telah dipenuhi. Namun, proses pengembangan masih menghadapi kendala terkait perizinan pemanfaatan lahan yang berada di kawasan Perhutani dan Kementerian Kehutanan.

Di sisi lain, Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syaiful Huda mendorong percepatan pembangunan SPAM di Kuningan. Menurutnya, penyediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus menjadi prioritas pembangunan infrastruktur.

Huda menilai pengembangan SPAM di Kuningan memiliki prospek yang sangat baik karena kebutuhan masyarakat terhadap layanan air bersih sudah jelas dan terus meningkat. Kondisi ini berbeda dengan sejumlah proyek serupa di daerah lain yang terkendala minimnya pengguna.

0 Komentar