Jembatan Cijemit Kembali Dibuka, Hubungkan Tiga Desa di Ciniru

Jembatan Cijemit
KEMBALI BERFUNGSI: Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar meresmikan kembali Jembatan Tentara Pelajar Batalyon 400 Brigade XVII di Desa Cijemit, Kecamatan Ciniru.
0 Komentar

KUNINGAN – Setelah sempat terancam putus akibat abrasi sungai yang merusak pondasi dan struktur penyangga, Jembatan Tentara Pelajar Batalyon 400 Brigade XVII di Desa Cijemit, Kecamatan Ciniru, kini kembali dapat digunakan masyarakat. Infrastruktur vital yang menghubungkan Desa Cijemit, Gunung Manik, dan Pinara tersebut resmi dioperasikan kembali oleh Bupati Kuningan, Dr H Dian Rachmat Yanuar MSi, Rabu (17/6/2026).

Pemulihan jembatan tersebut menjadi kabar baik bagi warga di wilayah timur Kabupaten Kuningan yang selama ini mengandalkan jalur tersebut sebagai akses utama mobilitas dan aktivitas perekonomian.

Pemerintah Kabupaten Kuningan mengalokasikan anggaran sekitar Rp2 miliar untuk merehabilitasi jembatan yang mengalami kerusakan cukup parah akibat abrasi sungai. Kerusakan tersebut sebelumnya menimbulkan kekhawatiran karena berpotensi memutus konektivitas antarwilayah dan mengganggu aktivitas masyarakat.

Baca Juga:Mahasiswa UNMA Terjun Langsung Pelajari Tata Kelola Administrasi DesaPerbaikan Jalan Rusak Majalengka Sebanyak 248 Titik Jalan Bertahap, Target 92,5 Persen Tuntas pada 2026

Peresmian jembatan dihadiri Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani, Sekretaris Daerah Uu Kusmana, jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR), BPBD Kabupaten Kuningan, Forkopimcam Ciniru, para kepala desa, serta masyarakat setempat.

Kepala Bidang Bina Marga DPUTR Kabupaten Kuningan, Tedy Bisma, menjelaskan bahwa rehabilitasi telah selesai dilaksanakan sehingga jembatan kini kembali aman dan layak digunakan oleh masyarakat.

Menurutnya, penanganan dilakukan secara cepat karena jembatan tersebut memiliki peran strategis sebagai jalur penghubung utama bagi warga di sejumlah desa sekitar. Kerusakan akibat abrasi sungai dinilai tidak bisa dibiarkan karena berpotensi menghambat aktivitas sosial maupun ekonomi masyarakat.

“Kerusakan akibat abrasi sungai mengharuskan penanganan segera karena jembatan ini merupakan akses utama warga,” ujarnya.

Kepala Desa Cijemit, Wawan Kuswara, menjelaskan jembatan yang dibangun pada 1990 itu menjadi jalur penting bagi aktivitas pendidikan, perekonomian, dan pelayanan publik. Retakan mulai muncul pada April 2025 sebelum akhirnya jembatan patah dan ditutup total pada Desember 2025.

“Alhamdulillah, berkat dukungan Pemkab Kuningan, jembatan kini kembali bisa digunakan. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu proses pembangunannya,” katanya.

Bupati Dian Rachmat Yanuar menegaskan, jembatan bukan hanya sarana transportasi, tetapi juga simbol harapan dan kebersamaan masyarakat.

Baca Juga:PNM Cirebon Tanam 200 Pohon Produktif di Kuningan, Perkuat Lingkungan dan Ketahanan PanganKades di Majalengka Keluhkan Dana Desa Berkurang Ratusan Juta untuk Koperasi Merah Putih 

“Hari ini kita meresmikan harapan dan keterhubungan masyarakat. Semoga jembatan ini memberi manfaat bagi warga dan menjadi pengingat pentingnya gotong royong,” ujarnya.

0 Komentar