Penanganan Infrastruktur Jalan Kota Cirebon, Pemkot Masih Cari Dana, Kadis PUTR Sebut Sudah Usulkan ke Pusat

Jalan Rusak di Pusat Kota Tak Diurus
BERGELOMBANG: Kondisi ruas Jalan Wahidin Sudirohusodo, Kota Cirebon, Minggu siang (21/6/2026). Sepanjang ruas jalan protokol ini banyak ditemukan aspal mengelupas dan bergelombang. Foto-Foto: Ade Gustiana/Radar Cirebon
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Rencana penanganan infrastruktur jalan di Kota Cirebon mendapatkan tanggapan dari pemerintah daerah. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Cirebon Rachman Hidayat mengatakan kebutuhan anggaran perbaikan jalan, khususnya Jalan Wahidin Sudirohusodo, cukup besar, lebih dari Rp5 miliar.

Saat ini, kata Rachman, pihaknya sedang mencoba mngusulkan ke pemerintah pusat melalui program IJD (Inpres Jalan Daerah) Tahun 2026. Usulan itu tak hanya untuk Jalan Wahidin, tapi juga ruas Jalan Siliwangi dan Rajawali Raya. “Jadi kami sedang mengusulkan ke pemerintah pusat melalui IJD untuk penanganan 3 ruas jalan. Ada Jalan Wahidin, Siliwangi, dan Jalan Rajawali Raya,” ujar Rachman kepada Radar Cirebon.

Ia mengatakan persyaratan dan kriteria pengusulan cukup ketat. Sehingga, saat ini baru mengusulkan untuk 3 ruas jalan tersebut dengan total kebutuhan sekitar Rp21miliar. “Tiga ruas jalan itu (Wahidin, Siliwangi, dan Rajawali Raya) butuh setidaknya Rp21 miliar. Ini masih berproses, mohon doanya supaya ini bisa terealisasi sehingga nanti pelaksanaannya di tahun 2026,” terang Rachman.

Baca Juga:Kembali Melihat SPMB di SMA Telkom Sekar Kemuning, Sekolah Swasta Kerja Sama akan GratisAnggaran Kemenag Rp41,8 Triliun untuk Pendidikan dan Guru

Terpisah, Walikota Cirebon Effendi Edo juga memberikan keterangan mengenai rencana penanganan sejumlah ruas jalan kota yang menjadi keluhan warga, salah satunya koridor Jalan Wahidin Sudirohusodo.

Melalui pesan tertulis via WhatsApp, Walikota Cirebon Effendi Edo menjelaskan kendala regulasi yang melatarbelakangi penundaan eksekusi fisik di lapangan. Edo menyatakan bahwa proyek perbaikan jalan tersebut telah masuk dalam agenda pemerintah daerah untuk diselesaikan pada periode anggaran tahun ini. “Insya Alloh tahun ini dikerjakan, saat ini masih nunggu revisi harga satuan yang ada perubahan,” tulis Edo kepada Radar Cirebon.

Berdasarkan pemantauan lanjutan, jalur protokol yang menghubungkan kawasan Krucuk menuju Gunung Sari tersebut masih dalam kondisi rusak. Permukaan aspal yang mengelupas, berlubang, dan bergelombang dengan ketinggian tidak rata masih mewarnai lajur kendaraan, sehingga memaksa para pengguna jalan untuk ekstra waspada.

Fakta di lapangan menunjukkan kerusakan serupa berupa jalan berlubang dan tambal sulam yang pecah juga terlihat meluas ke beberapa ruas jalan kota lainnya. Warga pun berharap pemkot bergerak cepat melakukan perbaikan. (abd/ade)

0 Komentar