Meriah, Kuda Renggong Buka Rangkaian HUT Ke-81 RI di Lingkungan Wangun

Kuda renggong
Meriah, Kuda Renggong Buka Rangkaian HUT Ke-81 RI di Lingkungan Wangun, Kolaborasi Warga dan Reni Parlina Lestarikan Budaya
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Atraksi Kuda Renggong membuka rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Republik Indonesia di Lapangan Sepak Bola Sinar Surya Wangun, Lingkungan Wangun, Kelurahan Citangtu, Kecamatan Kuningan, Minggu (2/8/2026). Kegiatan yang digagas masyarakat bersama Anggota DPRD Kabupaten Kuningan Fraksi Partai Demokrat, Reni Parlina, SE., SY., itu menjadi wujud kepedulian terhadap pelestarian seni budaya tradisional sekaligus mempererat kebersamaan warga.

Ratusan warga memadati lokasi sejak pagi untuk menyaksikan helaran Kuda Renggong yang diiringi tarompet, kendang, genjring, tanjidor, hingga reog. Kuda-kuda terlatih menampilkan gerakan menari mengikuti irama musik tradisional, diselingi berbagai atraksi yang mengundang decak kagum penonton.

Ketua RW 05 Lingkungan Wangun sekaligus penyelenggara kegiatan, Agus Sudiana, mengatakan pertunjukan seni tradisional sengaja dipilih sebagai pembuka rangkaian HUT RI agar masyarakat memperoleh sajian yang berbeda setiap tahunnya.

Baca Juga:Tim URC Reskrim Polres Indramayu Siap Berantas Kejahatan JalananPuluhan Jemaah Umrah Asal Kuningan Telantar Semalaman di Bandara

“Untuk rangkaian memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia di Lingkungan Wangun, setiap tahun kami menggelar kegiatan seperti helaran seni tradisional. Tahun ini kami membuka dengan Kuda Renggong, kuda lumping, tanjidor, genjring, dan reog sebelum turnamen sepak bola dimulai,” ujar Agus.

Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan berlangsung mulai 2 hingga 21 Agustus 2026. Selain Wangun Football Tournament yang diikuti enam tim dari warga setempat dengan sistem kocok hingga 16 Agustus, panitia juga menggelar berbagai perlombaan pada 17 Agustus, kemudian ditutup pentas seni dan hiburan rakyat pada 21 Agustus.

Menurut Agus, pemilihan Kuda Renggong bertujuan menghadirkan variasi hiburan sekaligus menjaga eksistensi budaya lokal. Bahkan, pihaknya menyediakan tempat latihan bagi para pemuda yang ingin mempelajari seni tradisional seperti tarompet, kendang, genjring, dan tanjidor.

“Harapan kami para pemuda terus bersatu, guyub, bergotong royong untuk memajukan Lingkungan Wangun. Seni tradisional harus tetap hidup karena itu bagian dari identitas masyarakat kami,” katanya.

Agus juga mengapresiasi dukungan Anggota DPRD Kabupaten Kuningan Reni Parlina yang selama tiga tahun terakhir konsisten mendampingi berbagai kegiatan masyarakat di Lingkungan Wangun.

“Alhamdulillah, selama tiga tahun kegiatan ini selalu mendapat dukungan dari Ibu Reni Parlina. Dukungan itu membuat kegiatan kepemudaan, olahraga, dan seni budaya bisa berjalan dengan baik,” ucapnya.

0 Komentar