RADARCIREBON.ID – Dadang Ahyar Ismail (53) menceritakan proses Taufik Hidayat alias Opik menyerahkan diri. Opik merupakan buronan kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap perempuan berinisial YTR (29) di Cinunuk, Kabupaten Bandung. Ia menyerahkan diri kepada polisi di Majalaya, lalu dibawa ke Polda Jabar.
Dadang Ahyar Ismail adalah warga sekaligus mantan atasan Opik. Ia mengaku dihubungi langsung oleh Opik beberapa hari setelah kasus tersebut viral dan menjadi perhatian publik. Dalam percakapan itu, Opik mengaku kebingungan dan meminta bantuan karena namanya menjadi sorotan di media sosial.
“Dia telepon saya, bilang Pak gimana ini saya viral bahkan se Indonesia. Lalu saya bilang ke dia, kamu maunya gimana? Dia lalu bilang minta bantuan dan perlindungan,” kata Dadang saat ditemui Jabar Ekspres (Radar Cirebon Group) di Ciparay, Kabupaten Bandung.
Baca Juga:Skotlandia vs Brasil Piala Dunia 2026, Deja vu 30 Tahun LaluKini Fokus Layanan di Madinah, Pendorongan Jamaah Haji dari Makkah Berakhir
Alih-alih membantu pelarian, Dadang meminta Opik mempertimbangkan risiko yang akan dihadapinya jika terus bersembunyi. Menurutnya, cepat atau lambat, tetap akan tertangkap. “Saya bilang, kalau kamu lari terus, sampai tua juga capek. Kedua, karena sudah ramai di media sosial, bisa saja ketangkap warga dan celaka di jalan. Ketiga, ketangkap polisi. Saya suruh dia pilih sendiri,” ujarnya.
Dadang mengatakan, setelah berpikir cukup lama, Opik akhirnya memutuskan untuk menyerahkan diri kepada aparat kepolisian. Keputusan itu lalu ditindaklanjuti dengan koordinasi bersama anggota kepolisian bernama Hendi untuk menyiapkan proses penyerahan diri.
Menurut Dadang, proses komunikasi dengan Opik tidak mudah dilakukan karena yang bersangkutan kerap menggunakan nomor telepon berbeda setiap kali menghubunginya. “Kami sempat menyusun strategi karena setiap telepon dia selalu ganti nomor. Akhirnya saya koordinasi dengan Pak Hendi. Kalau dia datang ke rumah saya, polisi sudah siap di sini,” katanya.
Sehari sebelum menyerahkan diri, Opik kembali menghubunginya dan memastikan akan datang ke rumah. Dadang pun meminta agar Opik bersikap kooperatif saat berhadapan dengan polisi. “Dia bilang, Pak saya sekarang mau menyerahkan diri. Saya bilang, kamu harus kooperatif. Dia jawab, Insya Allah saya kooperatif,” ungkapnya.
