Di Balik Penyerahan Diri Taufik Hidayat, Buronan Kasus Penyekapan Terhadap Perempuan

Di Balik Penyerahan Diri Taufik Hidayat
VIRAL: Dadang Ahyar Ismail menceritakan proses Taufik Hidayat alias Opik menyerahkan diri. Kanan, Taufik Hidayat saat dibawa tim Polda Jabar pada Selasa malam (23/6/2026). Agni Ilman-Istimewa/Jabar Ekspres
0 Komentar

Keesokan paginya, Opik sudah berada di rumah Dadang sebelum ia berangkat bekerja. Namun saat itu polisi belum berada di lokasi sehingga Dadang meminta Opik menunggu dan memastikan tetap menyerahkan diri pada hari yang sama.

Sore harinya, Opik kembali datang ke rumah tersebut. Saat itu anggota kepolisian dari Polda Jawa Barat telah bersiaga dan langsung melakukan penjemputan. “Pas dia datang, Pak Hendi sudah ada di sini. Dia dibawa masuk dulu, ngobrol sebentar, lalu dibawa anggota Polda Jabar ke Polsek Majalaya,” kata Dadang.

Dadang mengaku ikut mendampingi Opik saat dibawa ke Polsek Majalaya hingga kemudian dipindahkan ke Polda Jawa Barat. Menurutnya, hal itu dilakukan karena sebelumnya Opik meminta dirinya ikut selama proses penyerahan diri berlangsung.

Baca Juga:Skotlandia vs Brasil Piala Dunia 2026, Deja vu 30 Tahun LaluKini Fokus Layanan di Madinah, Pendorongan Jamaah Haji dari Makkah Berakhir

“Perjanjiannya waktu itu dia mau menyerahkan diri, tapi saya harus ikut mendampingi. Jadi saya ikut dari belakang sampai ke Polsek Majalaya. Setelah di Polda Jabar saya pulang,” ujarnya.

Di sisi lain, Dadang mengaku terkejut dengan pengakuan korban yang menyebut mengalami penyekapan selama tiga tahun. Ia menilai klaim tersebut perlu didalami penyidik karena pada rentang waktu yang disebutkan, Opik masih bekerja bersamanya.

Menurut Dadang, Opik bekerja di tempat usahanya sejak 2023 hingga akhir 2024. Selama periode tersebut, mereka sempat bekerja bersama di Baleendah sebelum kemudian pindah ke Kecamatan Pacet. “Kalau sekarang 2026 lalu disebut tiga tahun, berarti hitungannya dari 2023. Sementara 2023 sampai 2024 dia masih kerja bareng saya. Jadi soal itu silakan dipikirkan dan didalami masing-masing,” katanya.

Meski demikian, Dadang menegaskan dirinya tidak mengetahui kehidupan pribadi Opik di luar pekerjaan. Ia hanya memastikan bahwa selama menjadi bawahannya, tidak ada perilaku mencolok yang pernah diperlihatkan. “Kalau di pekerjaan biasa saja, tidak ada yang janggal. Dia bekerja sesuai tugas yang diberikan. Karakternya juga biasa saja,” ucapnya.

Terkait hubungan Opik dengan korban, Dadang mengaku beberapa kali mendengar cerita langsung dari yang bersangkutan. Berdasarkan pengakuan Opik, korban merupakan pacarnya yang kemudian tinggal bersama dengannya di sebuah rumah kontrakan.

0 Komentar