Namun respons yang diterima masih terbatas. Kebanyakan pelaku usaha memilih menunggu terminal benar-benar beroperasi sebelum membuka usahanya.
Meski demikian, Pemerintah Desa Paniis bersama warga tidak membiarkan kawasan tersebut semakin terbengkalai. Mereka rutin melakukan kerja bakti membersihkan rumput liar dan menjaga kebersihan lingkungan terminal.
Upaya itu mulai menunjukkan hasil. Beberapa warga kini telah berani membuka usaha di area kios meski aktivitas terminal belum berjalan optimal.
Baca Juga:Cemburu Berujung Maut, Pria Asal Cirebon Ditetapkan Tersangka Penganiayaan di Tamkot KuninganMahasiswa Kuningan Soroti KDMP, MBG hingga Pelemahan Rupiah
Raski berharap langkah kecil tersebut dapat menjadi awal kebangkitan Sub Terminal Wisata Paniis. Menurutnya, apabila pemerintah kembali mengoperasikan terminal sesuai konsep awal, kawasan tersebut berpotensi menjadi pusat transit wisata sekaligus menggerakkan pertumbuhan UMKM dan ekonomi masyarakat di Kecamatan Pasawahan. (ags)
