Ia menduga, Dinas Pendidikan melakukan penilaian secara subjektif dan tidak berdasarkan kebutuhan rill di lapangan. “Kebanyakan tebang pilih. Ketika kepala sekolahnya kurang lincah, kurang loyal, sekolahnya mau ambruk pun dibiarkan saja,” imbuhnya.
Terakhir, tambah Zeki, berkaitan dengan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di tingkat sekolah dasar. “Kami menilai pengawasan terhadap program tersebut masih lemah. Misalnya soal kualitas makanan yang tak sesuai standar anggaran, tapi pihak sekolah terkesan memaksa murid untuk menerimanya,” terang Zeki.
Kadisdik Ronianto sendiri menerima perwakilan massa. Dia pun menyatakan menerima seluruh masukan yang disampaikan oleh masyarakat sebagai bahan evaluasi. Terkait dengan struktur Korwil, sebetulnya telah dibubarkan, namun pemerintah tetap menempatkan perwakilan di setiap kecamatan. Tujuannya, membantu urusan administrasi sekolah dasar.
Baca Juga:Skotlandia vs Brasil Piala Dunia 2026, Deja vu 30 Tahun LaluKini Fokus Layanan di Madinah, Pendorongan Jamaah Haji dari Makkah Berakhir
“Fungsinya (Korwil) masih dibutuhkan untuk membantu koordinasi kegiatan pendidikan di tingkat kecamatan, mengingat luasnya wilayah Kabupaten Cirebon serta keterbatasan sumber daya manusia di sejumlah sekolah,” katanya.
Sementara kegiatan pengganti Korwil, telah masuk dalam APBD. Namun, kata Roni –sapaan akrabnya, pihaknya belum dapat merinci besaran anggaran yang dialokasikan untuk operasional program tersebut. “Yang pasti anggarannya sudah ada di APBD, tapi saya lupa berapa nilainya,” terangnya.
Mengenai kondisi sekolah rusak, Roni mengaku masih terdapat sekitar 700 ruang kelas yang membutuhkan perbaikan secara bertahap. ”Kalau kerusakan, sekitar 700 ruang kelas. Kita perbaiki secara bertahap, tetapi anggaran daerah masih belum mencukupi sehingga kami juga terus berupaya mencari dukungan anggaran dari pemerintah pusat,” katanya.
Ia menambahkan, perbaikan sarana dan prasarana pendidikan tetap menjadi prioritas Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, terutama pada jenjang sekolah dasar yang kondisi kerusakannya tersebar di berbagai wilayah. “Kegiatan fisik akan menjadi prioritas. Kerusakan masih menyebar, terutama di jenjang SD,” pungkasnya. (sam)
