RADARCIREBON.ID – Pesatnya perkembangan teknologi digital menuntut pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk terus beradaptasi agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.
Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon melaksanakan program pendampingan digital bagi dua UMKM meubel, yakni Toko Meubel Jaya Lestari di Kota Cirebon dan Toko Meubel Barnik Berkah di Kabupaten Subang.
Program yang berlangsung selama Juni 2026 ini merupakan implementasi Mata Kuliah Kewirausahaan sekaligus bentuk pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dengan membantu pelaku UMKM meningkatkan kapasitas usaha melalui pemanfaatan teknologi digital.
Baca Juga:Wilayah Argasunya Krisis Air Bersih dan KekeringanKerusakan GTC Makin Parah, Pemkot Didesak Segera Ambil Alih
Pendampingan diawali dengan observasi lapangan dan wawancara bersama pemilik usaha untuk mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi. Hasilnya, kedua UMKM diketahui belum memanfaatkan media sosial dan platform digital secara optimal sebagai sarana pemasaran maupun pelayanan kepada pelanggan.
Berdasarkan hasil identifikasi tersebut, mahasiswa menyusun berbagai solusi yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing UMKM. Pendampingan meliputi pembuatan katalog produk digital, akun WhatsApp Business, Google Maps, QRIS, TikTok Shop, hingga tautan digital yang mengintegrasikan berbagai informasi usaha sehingga lebih mudah diakses konsumen.
Seluruh hasil pendampingan kemudian diserahkan kepada pelaku UMKM untuk diterapkan dalam operasional sehari-hari, dengan harapan dapat memperluas jangkauan pasar sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan.
Selama pelaksanaan program, mahasiswa mendapat bimbingan dari Dosen Pengampu Mata Kuliah Kewirausahaan Lisa Harry Soelistyowati SE MM serta Dosen Pembimbing Lapangan Sri Wahyuni SPd MPd.
Keduanya mengarahkan mahasiswa agar mampu mengidentifikasi persoalan usaha secara tepat dan memberikan solusi yang aplikatif sesuai kebutuhan pelaku UMKM.
Sri Wahyuni mengatakan pendampingan ini bertujuan agar mahasiswa memahami secara langsung berbagai tantangan yang dihadapi pelaku usaha meubel.
“Melalui pendampingan ini mahasiswa dapat mengidentifikasi berbagai kendala dalam menjalankan usaha meubel sehingga mampu merumuskan solusi yang sesuai,” ujarnya.
Baca Juga:Pelatihan Wirausaha bagi Ahli Waris Peserta BPJS KetenagakerjaanIndocement Tanam Pohon dan Serahkan Puluhan Monyet Ekor Panjang ke BBKSDA
Sementara itu, Lisa Harry Soelistyowati menilai pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk memahami dunia usaha secara nyata.
