MAJALENGKA – Universitas Majalengka (Unma) memulai transformasi organisasi melalui kegiatan Retreat Transformasi Manajerial dan Leadership YPPM Unma Way 2026–2030 yang digelar selama dua hari, Sabtu-Minggu (27-28/6).
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam membangun budaya organisasi yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian kinerja, tetapi juga pada integritas, karakter, serta keselarasan kepemimpinan di seluruh lini. Transformasi yang diusung tidak sebatas perubahan struktur dan kebijakan, melainkan juga menyentuh aspek nilai, pola pikir, dan cara kerja seluruh elemen organisasi.
Ketua Pelaksana, H Setia Hadi SH MH, menegaskan bahwa transformasi organisasi tidak cukup hanya mengandalkan perubahan struktur maupun program kerja. Menurutnya, perubahan yang berkelanjutan harus diawali dengan penguatan nilai, disiplin manajerial, dan komitmen kolektif seluruh unsur organisasi.
Baca Juga:DKM Al Ikhlas dan Warga Patra Pesona Batulayang Gelar Santunan Anak Yatim, Perkuat Kepedulian SosialTradisi Ngasuro di Wanasalam Perkuat Kebersamaan dan Kepedulian
“Unma Way 2026–2030 diharapkan menjadi jalan bersama dalam membangun cara berpikir, cara memimpin, cara bekerja, dan cara melayani yang lebih terarah, berintegritas, serta berkelanjutan,” ujarnya saat membuka kegiatan, Sabtu (27/6).
Retreat tersebut diikuti dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa. Keterlibatan seluruh unsur sivitas akademika menunjukkan bahwa transformasi menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya pimpinan universitas.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti berbagai sesi yang dirancang untuk memperkuat kepemimpinan dan budaya organisasi. Salah satu sesi utama menghadirkan tim ESQ yang memberikan pembekalan mengenai kesadaran diri, spiritualitas dalam bekerja, dan kepemimpinan berbasis karakter.
“Kegiatan ini tidak hanya memberikan pembekalan, tetapi juga membangun refleksi bersama, memperkuat komitmen, serta memastikan kesiapan implementasi setelah retreat,” kata Setia Hadi.
Sebagai tindak lanjut, panitia bersama pimpinan Yayasan Pembina Pendidikan Majalengka (YPPM) dan Universitas Majalengka merumuskan enam keluaran utama sebagai pijakan transformasi organisasi. Keenamnya meliputi Buku Renungan Jiwa, Ikrar YPPM Unma, Wall of Commitment, Code of Conduct, Do and Don’ts beserta pembentukan Komisi Etik Guardian of Values, serta implementasi Balanced Scorecard dan 100 Hari Action Plan.
Menurut Setia Hadi, berbagai keluaran tersebut menjadi instrumen agar nilai dan komitmen yang dibangun selama retreat dapat diwujudkan dalam program kerja yang terukur, lengkap dengan indikator kinerja dan pembagian tanggung jawab yang jelas.
