MAJALENGKA – Di tengah kabar hengkangnya dua perusahaan komponen otomotif asal Jepang dari Indonesia, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka menegaskan daerahnya masih menjadi tujuan investasi. Bahkan, Pemkab tengah mempersiapkan pembangunan kawasan industri baru di Kecamatan Sumberjaya yang saat ini memasuki tahap perizinan.
Wakil Bupati Majalengka, Dena Muhamad Ramdhan, mengatakan minat investor untuk berinvestasi di Majalengka masih cukup tinggi. Menurutnya, hal itu sejalan dengan komitmen pemerintah daerah yang sejak awal membuka peluang seluas-luasnya bagi para investor.
“Kami sejak masa kampanye berkomitmen memberikan karpet merah kepada investor. Tingkat pengangguran dan kemiskinan di Majalengka masih cukup tinggi sehingga investasi menjadi salah satu cara untuk menciptakan lapangan kerja,” kata Dena.
Baca Juga:Demo Dukung Program MBG, Massa di Majalengka Desak Pemerintah Benahi Tata KelolaPolres Majalengka Capai 89,88 Persen Target Tanam Jagung
Ia berharap keberadaan Kawasan Industri Majalengka Selatan (KIMS) di Kecamatan Sumberjaya dapat menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah, melengkapi Kawasan Industri di Kertajati yang telah lebih dahulu berkembang.
“Saat ini kita sudah memiliki kawasan industri di Kertajati. Ke depan, mudah-mudahan KIMS di Sumberjaya segera terwujud setelah proses perizinannya selesai sehingga mampu membuka lapangan kerja, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta menekan angka kemiskinan dan pengangguran,” ujarnya.
Dena menjelaskan, pembangunan KIMS belum memasuki tahap konstruksi. Saat ini proses yang masih berlangsung adalah penyelesaian berbagai perizinan, terutama terkait lahan baku sawah (LBS) dan tata ruang.
“Proses pembangunan belum dimulai karena masih tahap perizinan. Persoalan LBS belum selesai. Mudah-mudahan segera tuntas sehingga investor semakin yakin menanamkan modal di Majalengka,” katanya.
Pemkab Majalengka, lanjut Dena, terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian ATR/BPN, untuk mempercepat penyelesaian Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dan berbagai aspek tata ruang lainnya.
“Mudah-mudahan urusan tata ruang dan RDTR segera selesai sehingga para pelaku industri tidak lagi ragu berinvestasi di Majalengka,” ucapnya.
Selain mendorong investasi, Pemkab juga terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai program pelatihan kerja. Salah satunya Program Mata Hati (Masyarakat Cepat Kerja Hadirkan Kebahagiaan Kuatkan Inklusi) yang dilaksanakan di Balai Latihan Kerja (BLK) Cakraningrat.
Baca Juga:Libur MBG Bikin Harga Kebutuhan Pokok Seperti Ayam dan Telur Ikut TurunSempat Gagal ke Provinsi karena Kelalaian Panitia, Ratu Nasya Akhirnya Wakili Indramayu di Porsadin Jawa Barat
“Program pelatihan terus berjalan. Pada Mei lalu sekitar 2.100 orang berhasil disalurkan ke dunia kerja. Mudah-mudahan jumlah itu terus bertambah sehingga dapat menurunkan angka kemiskinan dan tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Majalengka,” pungkasnya. (ono)
