Libur MBG Bikin Harga Kebutuhan Pokok Seperti Ayam dan Telur Ikut Turun

Libur MBG Bikin Harga Kebutuhan Pokok Seperti Ayam dan Telur Ikut Turun
Libur MBG bikin harga kebutuhan pokok seperti ayam dan telur ikut turun.
0 Komentar

KUNINGAN — Libur sekolah yang bertepatan dengan penghentian sementara operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah memicu penurunan harga pada sejumlah komoditas pangan pokok di pasar-pasar tradisional Kabupaten Kuningan. Beberapa bahan kebutuhan yang turun harganya mencakup daging ayam broiler, telur ayam ras, minyak goreng, serta berbagai varian cabai.

Fenomena yang diduga sebagai dampak dari liburnya program MBG ini justru disambut positif oleh masyarakat karena dinilai dapat meringankan beban belanja rumah tangga.

Berdasarkan pemantauan Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, dan Perindustrian (Diskopdagperin) Kuningan, harga daging ayam broiler saat ini berada pada rentang Rp30.000 hingga Rp32.000 per kilogram. Sementara itu, daging sapi masih bertahan di angka Rp140.000 per kilogram, daging kambing Rp150.000 per kilogram, daging ayam fillet Rp45.000–Rp47.000 per kilogram, dan ayam kampung dibanderol sekitar Rp65.000 per ekor.

Baca Juga:Sempat Gagal ke Provinsi karena Kelalaian Panitia, Ratu Nasya Akhirnya Wakili Indramayu di Porsadin Jawa BaratKementan RI Salurkan Bantuan 300 Pompa Air untuk Dukung Pertanian di Indramayu

Untuk telur, harga telur ayam ras turun menjadi Rp24.000 per kilogram. Sedangkan telur ayam kampung dijual Rp3.500 per butir, telur bebek Rp3.000 per butir, dan telur puyuh Rp45.000 per kilogram.

Salah seorang warga yang berbelanja di Pasar Cilimus, Eni, mengungkapkan rasa syukurnya atas penurunan harga sejumlah bahan pokok, terutama daging ayam dan telur.

“Alhamdulillah, sekarang harga ayam dan telur sudah turun. Semoga harga ini bisa bertahan karena sangat membantu pengeluaran keluarga. Saya juga dengar di Cirebon harga ayam malah sudah mencapai Rp25 ribu per kilogram,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (2/7).

Petugas pemantau harga Diskopdagperin Kuningan, Arisman, menjelaskan bahwa penurunan harga tersebut dipicu oleh merosotnya permintaan selama masa libur sekolah dan tidak aktifnya dapur-dapur Program MBG. Ia memprediksi harga akan kembali normal setelah aktivitas sekolah bergulir dan permintaan pasar pulih.

Di sisi lain, komoditas cabai juga mencatatkan penurunan harga. Cabai merah kini dijual Rp30.000 per kilogram, cabai hijau Rp20.000, cabai rawit hijau Rp40.000, cabai rawit merah Rp45.000, cabai keriting merah Rp30.000, dan cabai keriting hijau Rp25.000 per kilogram.

Sementara itu, harga beras terpantau relatif stabil. Beras premium dijual Rp14.900 per kilogram, beras medium Rp13.000, beras SPHP Rp12.000, beras ketan putih Rp24.000–Rp26.000, dan beras ketan hitam Rp28.000 per kilogram.

0 Komentar