Demo Dukung Program MBG, Massa di Majalengka  Desak Pemerintah Benahi Tata Kelola

Demo dukung MBG
Ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Majalengka Peduli Anak Bangsa (Ammpasa) menggelar aksi damai di depan Kantor Bupati Majalengka, Kamis (2/7).
0 Komentar

MAJALENGKA – Ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Majalengka Peduli Anak Bangsa (Ammpasa) menggelar aksi damai di depan Kantor Bupati Majalengka, Kamis (2/7).

Berbeda dengan aksi unjuk rasa pada umumnya, massa menyatakan dukungan terhadap keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, mereka meminta pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola pelaksanaan program agar manfaatnya lebih optimal bagi masyarakat.

Sejak pagi, peserta aksi membawa berbagai spanduk dan poster bertuliskan dukungan terhadap program tersebut, di antaranya “MBG Bukti Nyata Negara Hadir untuk Rakyat”, “Makan Bergizi Gratis Hak Anak Bangsa”, “MBG Jalan Terus, Rakyat Sehat Negara Kuat”, hingga “Kawal Program MBG dari Pusat Sampai Daerah”.

Baca Juga:Polres Majalengka Capai 89,88 Persen Target Tanam JagungLibur MBG Bikin Harga Kebutuhan Pokok Seperti Ayam dan Telur Ikut Turun

Koordinator aksi, Kiki Aston, mengatakan Program MBG merupakan kebijakan strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya anak usia sekolah. Karena itu, menurutnya, program tersebut harus didukung dengan tata kelola yang baik, transparan, dan akuntabel.

“Ammpasa mendukung keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis. Namun, kami juga meminta evaluasi yang konstruktif agar tata kelola dan kualitas pelaksanaannya semakin baik,” ujarnya usai aksi.

Menurut Kiki, keberhasilan program tidak hanya ditentukan besarnya anggaran, tetapi juga kualitas pelaksanaannya di lapangan. Karena itu, pengawasan publik diperlukan agar anggaran negara benar-benar memberikan manfaat maksimal.

Dalam aksinya, Ammpasa menyampaikan lima rekomendasi kepada pemerintah. Pertama, menetapkan standar menu makanan yang jelas sesuai kebutuhan gizi penerima.

Kedua, menyeragamkan menu berdasarkan standar nasional dengan tetap memperhatikan potensi pangan lokal. Ketiga, memperkuat sistem pengawasan untuk mencegah penyimpangan.

Keempat, memastikan ketersediaan bahan pangan yang berkualitas dan berkelanjutan. Kelima, memfokuskan evaluasi pada pencapaian manfaat program bagi anak-anak sebagai penerima utama.

“Melalui perbaikan tata kelola ini, kami berharap Program MBG terus berjalan dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi anak-anak Indonesia,” katanya.

Baca Juga:Sempat Gagal ke Provinsi karena Kelalaian Panitia, Ratu Nasya Akhirnya Wakili Indramayu di Porsadin Jawa BaratKementan RI Salurkan Bantuan 300 Pompa Air untuk Dukung Pertanian di Indramayu

Selain menyampaikan usulan evaluasi, massa juga menyoroti pentingnya pencegahan korupsi dalam pelaksanaan Program MBG. Menurut Kiki, penyalahgunaan anggaran akan berdampak langsung terhadap kualitas makanan yang diterima peserta didik.

“Yang kami sayangkan apabila terjadi korupsi di tingkat atas, dampaknya sampai ke daerah. Akibatnya, makanan bergizi yang diterima anak-anak menjadi tidak optimal. Itu yang harus dicegah bersama,” tegasnya.

0 Komentar