RADARCIREBON.ID – Proyek penataan berkala Sungai Sukalila terus merangkak maju. Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung mencatat progres fisik kini telah menyentuh angka 32 persen.
Konstruksi saat ini masih berpusat pada penguatan berkala struktur tanggul utama di sepanjang aliran Sukalila. Sebaliknya, rencana penataan untuk kawasan hilir di wilayah Kalibaru dipastikan belum berjalan akibat terganjal alokasi dana pusat yang belum juga turun.
Tahapan pengerjaan megaproyek pemeliharaan di sepanjang bantaran Sungai Sukalila menunjukkan tren perbaikan performa yang stabil. Otoritas terkait memastikan bahwa seluruh rincian pengerjaan struktur bawah masih berjalan tepat waktu (on schedule) tanpa ada penundaan berarti.
Baca Juga:Pemkab Cirebon Bergerak Bergerak Cari Solusi Atasi Darurat Sampah, Jangan Hanya Andalkan TPABBM Turun, tapi Bukan Pertamax, Tiga Jenis BBM Nonsubsidi Turun Harga Per 1 Juli
Sinergi intensif antara BBWS Cimanuk Cisanggarung dan jajaran personel Kodam III/Siliwangi menjadi penggerak utama di lapangan demi mengejar target penyelesaian komprehensif pada akhir tahun anggaran ini.
Kepala Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan (OP) BBWS Cimanuk-Cisanggarung, Hendra Kurniawan, menjabarkan secara rinci capaian riil konstruksi berdasarkan akumulasi laporan berkala di meja kerja instansi.
“Alhamdulillah, sampai hari ini berdasarkan progres report terakhir, pekerjaan penataan Sungai Sukalila sudah mencapai sekitar 32 persen,” kata Hendra saat ditemui di Kantor BBWS Cimanuk – Cisanggarung.
Hendra menambahkan bahwa seluruh energi pekerja saat ini sepenuhnya dikonsentrasikan pada penyelesaian dinding penahan tanah di sektor Sukalila. Setelah urusan penguatan dasar sungai itu beres, tim pelaksana akan langsung beralih ke pengerjaan arsitektur bagian atas.
Rencana kelanjutan tersebut meliputi pembangunan jalur pedestrian yang representatif, pembuatan taman kota, pemasangan pagar pengaman, serta penataan marka area parkir kendaraan untuk memecah kekumuhan.
Sebaliknya, realisasi fisik untuk sektor Kalibaru masih menjadi catatan evaluasi yang belum terpecahkan. BBWS menegaskan, belum turunnya sisa anggaran dari pemerintah pusat menjadi alasan tunggal mengapa wilayah hilir tersebut sama sekali belum tersentuh alat berat.
Kebijakan manajemen proyek terpaksa memprioritaskan alokasi dana termin pertama yang terbatas untuk menuntaskan area hulu terlebih dahulu guna meminimalisir risiko kegagalan struktur di tengah jalan.
Baca Juga:Skema Biaya Haji 2027 Disusun UlangSunjaya vs Imron: Utang Rp35 Miliar Tak Terbukti, Permohonan PKPU Ditolak Pengadilan Niaga
Struktur tanggul baru yang terbuat dari susunan batu belah bercampur semen sudah berdiri rapi dan kokoh di sisi seberang, membatasi aliran air berwarna gelap dari kompleks ruko dan pusat oleh-oleh khas Cirebon yang berada di latar belakang.
