Kondisi Perempuan Korban Penganiayaan Oknum Polisi Dikunjungi LPSK, RSDGJ Pastikan Terus Membaik

Korban Penganiayaan Oknum Polisi Dikunjungi LPSK
KAWAL LANGSUNG: Raden Reza Pramadia saat ditemui di RSD Gunung Jati Cirebon usai menemani LPSK, kemarin. Kanan, Direktur RSD Gunung Jati Cirebon, Katibi, memastikan kondisi korban terus membaik. Foto: Cecep Nacepi/Radar Cirebon
0 Komentar

Masih kata Reza, tim Divisi Propam Polda Jawa Tengah juga dijadwalkan menemui korban guna memberikan tambahan keterangan. “Jadi untuk melengkapi proses penyelidikan yang sedang berlangsung, korban akan dimintai keterangan tambahan sore ini (sore kemarin),” tandasnya.

Sementara itu, Direktur RSD Gunung Jati Kota Cirebon, dr Katibi memastikan kondisi pasien stabil. Katibi juga meluruskan bahwa tak ada belatung pada luka di bagian tangan korban sebagaimana informasi yang sempat beredar. Katanya, MAN telah beberapa kali mendapatkan pelayanan kesehatan sebelum dirawat di RSD Gunung Jati. “Pasien sudah berinteraksi dengan fasilitas pelayanan kesehatan sebanyak 11 kali. Tiga kali menjalani rawat inap dan delapan kali menjalani kontrol,” ujarnya, Senin (6/7/2026).

Katibi menjelaskan, riwayat perawatan pasien dimulai pada Januari 2026, kemudian kembali dirawat pada Februari selama 18 hingga 25 Februari, dan terakhir masuk ke RSD Gunung Jati pada 5 Juli 2026. Lanjut Katibi, secara umum kondisi pasien terus menunjukkan perkembangan yang baik.

Baca Juga:Kemenag Mengubah Istilah Masa Taaruf Siswa Madrasah Jadi Masa Taaruf Murid Madrasah disingkat MatamudaRakernas Evaluasi Penyelenggaraan Haji, Berbenah untuk Haji 2027

“Kalau secara umum kondisi pasien sudah baik. Pasien sudah mandiri untuk makan dan minum. Dari sisi luka juga tinggal tipis-tipis karena sudah berlangsung beberapa waktu sehingga proses penyembuhan lukanya sudah membaik,” katanya.

Terkait kondisi korban, terutama saat tiba di rumah sakit, Katibi menegaskan pasien datang dalam kondisi sadar penuh. Luka yang dialami juga telah memasuki fase penyembuhan. “Terkait pertanyaan apakah ada belatung atau tidak, berdasarkan laporan dokter kepada saya tadi malam, memang benar ada cairan yang keluar dari luka, tetapi tidak ada belatung. Cairan tersebut merupakan respons normal tubuh terhadap luka,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa kondisi luka sulit diidentifikasi secara spesifik karena pasien telah lebih dahulu mendapatkan penanganan di rumah sakit lain sebelum dirujuk ke RSD Gunung Jati. “Pasien datang ke rumah sakit kami setelah sebelumnya mendapat penanganan di rumah sakit lain. Karena itu kondisi luka sudah mengalami perubahan sehingga kami tidak bisa memastikan bentuk luka awalnya,” ujarnya.

Saat ini, penanganan medis difokuskan pada percepatan proses penyembuhan luka. Perawatan dilakukan dengan mengganti balutan luka setiap dua hari sekali agar jaringan kulit baru dapat tumbuh dengan optimal.

0 Komentar