Haji Sudah Beres, Tiga Warga Cirebon Masih di Saudi Belum Diizinkan Pulang

Tiga Warga Cirebon Masih di Saudi Belum Diizinkan Pulang
TERUS BERKOORDINASI: Kepala Kemenhaj Kabupaten Cirebon, H Mualim Tamim MAg terus memantau perkembangan jamah haji yang masih dirawat di Arab Saudi. Foto: Samsul Huda/Radar Cirebon 
0 Komentar

RADARCIREBON.ID- Seluruh rangkaian pemulangan jamaah haji Indonesia sudah rampung. Namun, hingga kemarin masih ada jamaah haji masih di Arab Saudi dengan alasan kesehatan. Mereka masih harus menjalani perawatan di rumah sakit. Tiga di antaranya dari Kabupaten Cirebon.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Cirebon, H Mualim Tamim MAg mengatakan tiga jamaah yang masih dirawat di rumah sakit di Arab Saudi adalah Darsono dari Kecamatan Weru (Kloter 40), Sumini dari Kecamatan Ciwaringin (Kloter 40), dan Rasidi dari Kecamatan Suranenggala (Kloter 13).

Menurutnya, hingga saat ini ketiganya belum dapat dipulangkan karena masih memerlukan penanganan medis. “Kami terus berkoordinasi dengan petugas penyelenggara ibadah haji dan pemerintah Arab Saudi untuk memantau perkembangan kondisi tiga jamaah yang masih di Arab Saudi,” ujar Mualim didampingi Kasubag TU H Ahmad Khotib Haryanto saat ditemui Radar Cirebon, Selasa (7/7/2026).

Baca Juga:Argentina vs Mesir Piala Dunia 2026, Senjata Dua Ikon Sepak BolaDua Bocah Terkunci Lima Hari di Kontrakan, Sang Ibu Urus Persyaratan Administrasi Bekerja ke Luar Negeri

Mualim Tamim menjelaskan, kepulangan ketiga jamaah sepenuhnya menunggu rekomendasi dari Kantor Urusan Haji di Arab Saudi. Begitu dinyatakan layak terbang oleh tim medis, proses pemulangan akan segera dilakukan.

“Kalau sudah ada izin dipulangkan, kami bersama Kanwil akan menjemput langsung di Bandara Soekarno-Hatta bersama pihak keluarga. Apabila kondisinya memerlukan penanganan khusus, kami siap menyiapkan ambulans, semuanya sudah kami siapkan,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Mualim meminta keluarga jamaah agar tetap tenang dan tidak khawatir berlebihan. Ia pun mengajak masyarakat untuk mendoakan agar ketiga jamaah segera pulih sehingga dapat kembali ke Kabupaten Cirebon dalam kondisi sehat.

Menurutnya, sistem pelayanan rumah sakit di Arab Saudi berbeda dengan di Indonesia. Salah satunya, rumah sakit di sana tidak memperbolehkan adanya keluarga yang menjaga pasien selama menjalani perawatan.

“Di rumah sakit Arab Saudi memang pasien dirawat tanpa penunggu. Karena itu kami berharap keluarga tidak panik. Kami akan terus update informasi dari kantor urusan haji yang ada di sana,” jelasnya.

Di sisi lain, berdasarkan evaluasi sementara, penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 dinilai berjalan lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Meski demikian, aspek kesehatan calon jamaah haji tetap menjadi perhatian utama.Ia menambahkan, bahwa kesiapan fisik harus menjadi syarat penting sebelum berangkat ke Tanah Suci. Jamaah yang memiliki keterbatasan fisik, seperti harus menggunakan kursi roda atau bergantung pada bantuan orang lain, berpotensi mengalami kesulitan selama menjalankan rangkaian ibadah.

0 Komentar