“Setiap ada tamu dari luar daerah datang, mereka melihat langsung kondisi Alun-alun Pataraksa yang terbengkalai. Ini yang kemudian menjadi kesan yang kurang baik bagi citra Kabupaten Cirebon,” tandasnya.
Karena itu, tambah Lukman, pembenahan kali ini harus benar-benar menghasilkan perubahan, bukan sekadar menghabiskan anggaran.
Sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon, Dede Sudiono ST mengatakan, alokasi anggaran perbaikan Alun-alun Pataraksa senilai Rp475 juta itu memasuki tahap lelang.
Baca Juga:Fokus Penanganan Banjir Jungjang Wetan dari Hulu ke HilirDisdik Buka Tahap Optimalisasi SPMB, Sebanyak 35 SMP Negeri Masih Kekurangan Siswa
“Anggarannya Rp475 juta tersebut disiapkan untuk memperbaiki sejumlah fasilitas yang mengalami kerusakan,” ujar Dede kepada Radar Cirebon, Rabu (8/7).
Prediksinya, kata Dede, proses lelang diperkirakan selesai pada pertengahan Agustus mendatang, sehingga pekerjaan bisa segera dimulai.
Ia menegaskan, fokus pekerjaan tahun ini diarahkan pada perbaikan fasilitas yang mengalami kerusakan agar kawasan alun-alun kembali nyaman digunakan masyarakat.
“Beberapa pekerjaan yang akan diperbaiki meliputi pengecatan sejumlah fasilitas, perbaikan galeri yang mengalami kerusakan, pembenahan reling atau pagar, perbaikan lantai yang ambles, hingga tangga yang rusak,” terangnya.
Menurutnya, pembenahan alun-alun Pataraksa dilakukan secara bertahap lantaran keterbatasan anggaran. Sebab, jika dihitung total, kebutuhan riil untuk menata kembali seluruh kawasan Alun-alun Pataraksa diperkirakan mencapai Rp3 miliar.
“Kalau dihitung secara keseluruhan kebutuhannya sekitar Rp3 miliar. Tetapi dengan kondisi efisiensi anggaran saat ini, yang penting ada progres dulu. Kita benahi sedikit demi sedikit sampai tuntas 100 persen,” ungkapnya. (sam)
