Fokus Penanganan Banjir Jungjang Wetan dari Hulu ke Hilir

Penanganan banjir
AUDIENSI: Pemerintah Kabupaten Cirebon menerima audiensi dari Pemdes Jungjang Wetan terkait penanganan banjir yang terus berulang saat hujan deras tiba, kemarin. FOTO : SAMSUL HUDA/RADAR CIREBON 
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Penanganan banjir yang berulang di Desa Jungjang Wetan, Kecamatan Arjawinangun, mulai mendapat perhatian serius Pemerintah Kabupaten Cirebon.

Hal itu terungkap saat audiensi yang digelar pemerintah daerah dengan menghadirkan sejumlah instansi BBWS, DLH dan instansi terkair lainnya serta PT Indocement Tunggal Prakarsa.

Tidak sedikit persoalan yang dibahas saat audiensi. Mulai dari kerusakan tanggul, sedimentasi sungai hingga dugaan pengelolaan kawasan hulu yang memicu banjir di Desa Jungjang Wetan.

Baca Juga:Cuaca Sudah Membaik tapi Tangkapan Nelayan Citemu Seret, Ternyata Ini PenyebabnyaDLH Waspadai Potensi Kebakaran Spontan di TPA

Audiensi yang dipimpin Wakil Bupati Cirebon, H Agus Kurniawan Budiman atau Jigus memastikan, Pemkab Cirebon segera menyiapkan langkah penanganan jangka pendek maupun jangka panjang.

Dalam forum itu, Pemerintah Desa Jungjang Wetan menyampaikan berbagai dampak banjir yang terjadi sejak Desember 2025.

Bencana tersebut menyebabkan tanggul di Blok Karangdawa jebol, memicu longsor, merendam permukiman warga, hingga mengakibatkan kerusakan lahan pertanian

Kuwu Desa Jungjang Wetan, Jahuri, mengatakan hingga kini tanggul yang jebol belum mendapatkan penanganan permanen. Bahkan, bronjong yang sempat dipasang kembali ambles akibat derasnya arus.

“Bronjong baru selesai dipasang, kemudian ambles lagi. Banyak ternak kambing milik warga mati karena banjir. Petani juga mengalami gagal panen karena saat musim tanam Desember lalu tanggul jebol dan material tanah menimbun tanaman padi,” tegasnya.

Tidak hanya itu, sekitar 100 hektare lahan pertanian terdampak banjir. “BBWS bersama pemdes dan kecamatan sebenarnya telah melakukan survei lapangan serta menyusun rencana penanganan, namun hingga kini belum terealisasi,” ungkapnya.

Karena itu, pihaknya berharap perbaikan tanggul segera dilakukan disertai normalisasi sungai melalui pengerukan sedimentasi agar kapasitas aliran air kembali optimal.

Baca Juga:Segera Bentuk Pansel Calon Direksi Baru, Pemkab Targetkan Merger BKC dan BCJ Tuntas di 2027Tunggu Perbup, Tunjangan Dokter Spesialis RSUD Arjawinangun Cair di APBD Perubahan

“Harapan kami tanggul segera diperbaiki. Kalau bisa sekaligus dilakukan normalisasi sungai agar aliran air kembali lancar. Karena selama ini kami kerap menerima keluhan warga yang mempertanyakan lambannya penanganan banjir,” katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Cirebon, H Agus Kurniawan Budiman, meminta BPBD untuk memperkuat upaya penanganan kebencanaan, sedangkan Dinas PUTR melalui bidang Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) akan melakukan survei lapangan terhadap kondisi tanggul yang jebol bersama pemerintah desa.

0 Komentar