INDRAMAYU – Di tengah meningkatnya kebutuhan energi domestik, PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Balongan bersama Project Refinery & Petrochemical (R&P) Balongan terus menunjukkan komitmen dalam menjaga kedaulatan energi nasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui peningkatan keandalan fasilitas kilang serta optimalisasi infrastruktur guna memastikan kelancaran produksi dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) bagi kebutuhan masyarakat.
Komitmen tersebut dibuktikan dengan rampungnya proyek Engineering, Procurement, and Construction (EPC) restorasi empat tangki penyimpanan minyak dan gas (Mogas) 42-T-301-E/F/G/H. Keberhasilan proyek ini ditandai dengan penandatanganan Final Acceptance (FA) Certificate yang dirangkaikan dengan kegiatan Management Walkthrough (MWT) untuk meninjau secara langsung aspek keselamatan serta kesiapan operasional aset di lapangan.
Executive General Manager RU Balongan, Yulianto Triwibowo menegaskan, penyelesaian restorasi tangki Mogas tersebut memiliki nilai strategis yang sangat penting bagi ketahanan energi nasional.
Baca Juga:Lanud Sugiri Sukani Bantu Revitalisasi SekolahHarga Bata Merah Naik, Kewalahan Penuhi Permintaan
“Selesainya restorasi tangki 42-T-301-E/F/G/H ini merupakan jawaban konkret Pertamina dalam mendukung program pemerintah untuk memperkuat cadangan energi nasional,” ujarnya, Jumat (10/7).
Yulianto menjelaskan, beroperasinya kembali fasilitas tangki penyimpanan Mogas memberikan dampak ekonomi yang sangat besar. Melalui restorasi tersebut, tingkat Gasoline Coverage (day) untuk Stock & Supply RU Balongan meningkat secara signifikan sehingga turut memperkuat ketahanan energi nasional.
“Ini menjadi jaminan bahwa pasokan BBM nasional bagi masyarakat akan semakin aman dan andal,” tegas Yulianto.
Direktur Infrastruktur, Proyek & Asset Integrity, Setyo Pitoyo, turut memberikan apresiasi atas sinergi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelesaian proyek tersebut. Menurutnya, selain berhasil mencapai efisiensi biaya, proyek restorasi ini juga mencatatkan capaian positif dalam penggunaan produk dalam negeri serta penerapan standar keselamatan kerja yang sangat ketat.
“Kami sangat bangga karena proyek strategis ini mampu merealisasikan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 58,2 persen, melampaui komitmen awal sebesar 56,79 persen. Selain itu, pada puncak pelaksanaan proyek per 10 April 2025, pekerjaan ini menyerap 442 tenaga kerja yang seluruhnya merupakan pekerja dalam negeri atau anak bangsa. Seluruh pencapaian tersebut juga berhasil diraih dengan catatan 1.054.721 jam kerja aman (Zero Accident),” ungkap Setyo Pitoyo.
