Selain itu, Presiden turut mengajak seluruh aparatur negara untuk melakukan introspeksi dan kembali meneguhkan jati diri sebagai pelayan masyarakat. Ajakan tersebut ditujukan kepada birokrat, aparat TNI, Polri, hingga Kejaksaan agar senantiasa mengutamakan kepentingan rakyat dalam setiap pelaksanaan tugas.
“Masalah bagi bangsa Indonesia, juga masalah bagi kita semua. Saya minta kita introspeksi, terutama para birokrat. Kita semua introspeksi. Pejabat-pejabat militer dan polisi introspeksi. Saudara-saudara milik rakyat. Bintangmu dari rakyat. Sepatumu dari rakyat. Topimu dari rakyat. Jangan pernah lupa itu. Kejaksaan demikian juga,” ujar Presiden.
Pada kesempatan tersebut, Presiden juga menyoroti berbagai capaian pemerintah yang menurutnya berhasil diraih dalam waktu singkat meskipun menghadapi berbagai tantangan dan perlawanan dari pihak-pihak yang memiliki kepentingan tertentu, termasuk pelaku korupsi.
Baca Juga:Vonis Mati Kasus Pembunuhan di Indramayu, Jaksa Menunggu Banding RirinAzis divonis penjara 9 tahun, Furqon Tak Habis Pikir
Presiden menegaskan bahwa pemberantasan korupsi akan terus dilakukan melalui mekanisme hukum yang berlaku. Kepala Negara memastikan bahwa penegakan hukum harus berjalan adil dan berlaku bagi seluruh warga negara tanpa memandang status maupun kekuasaan. “Kita laksanakan. Kita akan tegakkan hukum. Dan hukum itu untuk semua, bukan untuk hanya orang kuat saja. Bukan hanya hukum untuk orang kaya saja,” tandas Presiden. (dsw/rc)
