Pemkab Kuningan Salurkan Bantuan Pangan Tepat Sasaran Cegah Kerawanan Panga

Ist 
PENYALURAN: Sebanyak 100 paket bantuan pangan disalurkan Pemerintah Kabupaten Kuningan kepada masyarakat di Desa Sangkanurip dan Desa Sangkanmulya, Kecamatan Cigandamekar. 
0 Komentar

RADARCIREBON.ID– Upaya memperkuat ketahanan pangan berbasis data terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Kuningan. Salah satunya diwujudkan melalui penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat berdasarkan hasil analisis Sistem Peringatan Dini Kerawanan Pangan dan Gizi (SKPG) Tahun 2026 di Desa Sangkanurip, Kecamatan Cigandamekar.

Program intervensi tersebut dilaksanakan sebagai langkah antisipatif untuk mencegah potensi kerawanan pangan dan gizi sejak dini. Melalui hasil analisis SKPG, wilayah yang membutuhkan penanganan dapat diidentifikasi lebih cepat sehingga bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran, efektif, dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Sebanyak 100 paket bantuan pangan telah disalurkan kepada keluarga penerima manfaat, yang terdiri atas 51 paket untuk warga Desa Sangkanurip dan 49 paket bagi masyarakat Desa Sangkanmulya. Setiap paket diisi dengan beras 5 kilogram, telur 1 kilogram, daging ayam 1 kilogram, serta dua kemasan susu UHT sebagai sumber pangan bergizi untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga.

Baca Juga:Daging Ayam Tembus Rp40 RibuDandim Kuningan Resmikan Jembatan Garuda Desa Cibuntu 

Oleh Pemerintah Kabupaten Kuningan, program tersebut dijadikan bagian dari strategi penguatan ketahanan pangan sekaligus peningkatan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi kelompok yang rentan terhadap kerawanan pangan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, Dr Wahyu Hidayah MSi menjelaskan bahwa SKPG dimanfaatkan sebagai instrumen strategis dalam penyusunan kebijakan karena mampu memberikan gambaran kondisi pangan masyarakat secara lebih akurat.

“Pemerintah tidak boleh menunggu sampai masyarakat mengalami kerawanan pangan. Melalui SKPG, kita dapat mendeteksi potensi kerawanan sejak dini sehingga intervensi yang dilakukan menjadi lebih cepat, tepat sasaran, dan berdampak nyata. Bantuan ini bukan sekadar penyaluran bahan pangan, melainkan bentuk kehadiran pemerintah dalam melindungi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Wahyu, penyaluran bantuan pangan tidak hanya dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam jangka pendek, tetapi juga diarahkan sebagai bagian dari upaya mitigasi guna menjaga ketahanan pangan daerah.

Kemandirian pangan juga didorong untuk dibangun mulai dari tingkat rumah tangga melalui pemanfaatan lahan pekarangan. Berbagai komoditas seperti sayuran, buah-buahan, tanaman bumbu, ternak, maupun ikan dinilai dapat dikembangkan sebagai sumber pangan keluarga.

“Ketahanan pangan tidak hanya dibangun dari sawah, tetapi juga dimulai dari rumah. Pekarangan dapat menjadi sumber pangan keluarga melalui budidaya sayuran, buah-buahan, tanaman bumbu, ternak maupun ikan. Jika setiap keluarga mampu memenuhi sebagian kebutuhan pangannya sendiri, maka ketahanan pangan daerah akan semakin kuat,” katanya.

0 Komentar