Semula kegiatan belajar mengajar direncanakan dimulai pada 14 Juli, kemudian diundur menjadi 30 Juli 2026.
Selanjutnya, kegiatan MPLS dijadwalkan berlangsung pada 31 Juli bersamaan dengan peluncuran resmi Sekolah Rakyat Terpadu.
Menurut Hafidz, penyesuaian jadwal dilakukan karena adanya kebutuhan tambahan ruang kelas untuk menampung siswa migrasi atau penempatan sementara dari Kota Cirebon.
Baca Juga:Pangkas Birokrasi, Kemenag Segera Sulap Layanan lewat Aplikasi QR KDRPelayanan RS Permata Cirebon Dipastikan Tetap Normal
“Kuota siswa dari Kabupaten Cirebon sebanyak 270 orang sudah terpenuhi. Ditambah 270 siswa dari Kota Cirebon, Kabupaten Kuningan, dan Kabupaten Majalengka, sehingga total peserta didik mencapai 540 siswa,” jelasnya.
Ia optimistis, seluruh persiapan dapat diselesaikan sesuai jadwal sehingga peluncuran dan operasional Sekolah Rakyat Terpadu dapat berjalan lancar.
“Keberadaan Sekolah Rakyat Terpadu di Kabupaten Cirebon diharapkan menjadi pusat pemerataan layanan pendidikan bagi wilayah Cirebon dan sekitarnya, sekaligus memperluas kesempatan belajar bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan melalui fasilitas yang disiapkan pemerintah,” pungkasnya. (den)
