RADARCIREBON.ID – Pemerintah Kabupaten Cirebon memastikan Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) akan mulai beroperasi pada akhir Juli 2026.
Program pendidikan yang menjadi bagian dari kebijakan nasional tersebut diproyeksikan melayani 540 siswa yang berasal dari empat daerah, yakni Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, Kabupaten Kuningan, dan Kabupaten Majalengka.
Wakil Bupati Cirebon, H Agus Kurniawan Budiman mengatakan, seluruh persiapan terus dimatangkan menjelang peluncuran resmi yang dijadwalkan berlangsung pada 31 Juli 2026.
Baca Juga:Pangkas Birokrasi, Kemenag Segera Sulap Layanan lewat Aplikasi QR KDRPelayanan RS Permata Cirebon Dipastikan Tetap Normal
“Saya mewakili Pak Bupati mengikuti rapat koordinasi terkait Sekolah Rakyat. Insya Allah peluncuran akan dilaksanakan pada 31 Juli tahun ini. Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden dan pemerintah pusat yang telah memberikan kepercayaan kepada Kabupaten Cirebon sebagai lokasi Sekolah Rakyat Terpadu,” ujar Agus Kurniawan Budiman, kemarin.
Pria yang akrab disapa Jigus itu menjelaskan, sebanyak 540 peserta didik akan menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat Terpadu.
Dari jumlah tersebut, 270 siswa berasal dari Kabupaten Cirebon, sedangkan 270 siswa lainnya berasal dari Kota Cirebon, Kabupaten Kuningan, dan Kabupaten Majalengka.
Menurutnya, keberadaan Sekolah Rakyat Terpadu diharapkan mampu memperluas akses pendidikan bagi masyarakat, terutama anak-anak dari keluarga yang membutuhkan.
“Pendidikan merupakan hak seluruh warga negara. Mudah-mudahan Sekolah Rakyat ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, PIC Sekolah Rakyat Kabupaten Cirebon, Suratna mengatakan, jadwal pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) mengalami penyesuaian mengikuti penyelesaian pembangunan gedung sekolah.
Menurutnya, perubahan jadwal dilakukan agar seluruh fasilitas telah siap digunakan sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.
Baca Juga:Tebar Sembako bagi Purnawirawan PolisiOlah Sampah Jadi Bahan Bakar Industri Semen
“Yang kami utamakan adalah kesiapan fasilitas. Kami tidak ingin kegiatan dimulai sebelum seluruh pekerjaan fisik selesai karena kenyamanan dan keselamatan siswa menjadi prioritas,” ujarnya.
Selain penyelesaian bangunan, koordinasi dengan kementerian dan perangkat daerah juga terus dilakukan.
Adapun proses seleksi tenaga pendidik saat ini masih berlangsung melalui mekanisme seleksi nasional.
“Kesiapan lainnya berjalan sesuai rencana. Tinggal penyelesaian bangunan dan proses seleksi guru yang masih berlangsung,” katanya.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Cirebon, Hafidz Iswahyudi menambahkan, jadwal operasional sekolah kembali disesuaikan.
