RADARCIREBON.ID – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Cirebon mulai mempersiapkan lompatan besar dalam dunia pelayanan publik. Salah satunya, memangkas rantai birokrasi yang panjang dan melelahkan.
Kepala Kemenag Kabupaten Cirebon, H Slamet SAg MPd mengatakan, ada inovasi baru yang akan segera diluncurkan kemenag dalam memberikan pelayanan kepada publik.
Aplikasi digital itu bernama, QR KDR (Quick Response Berbasis Kompetensi Dinamis dan Religius). Aplikasi ini, nantinya dapat diunduh langsung oleh masyarakat melalui Play Store.
Baca Juga:Fokus Penanganan Banjir Jungjang Wetan dari Hulu ke HilirDisdik Buka Tahap Optimalisasi SPMB, Sebanyak 35 SMP Negeri Masih Kekurangan Siswa
“Melalui inovasi digital ini, masyarakat tidak perlu lagi meluangkan waktu dan biaya untuk datang langsung ke kantor Kemenag,” ujar Slamet kepada Radar Cirebon.
Menurutnya, segala urusan informasi dan administrasi keagamaan nantinya dapat diakses dengan mudah, baik dari rumah maupun dari tempat kerja.
“Tujuannya untuk mempersingkat sekaligus memangkas birokrasi. Jadi tidak mesti datang ke kantor,” terangnya.
Kata Slamet, aplikasi QR KDR dirancang sebagai sebuah “anjungan digital” yang mengintegrasikan berbagai lini pelayanan Kemenag, mulai dari Subbag Tata Usaha (TU), Madrasah, Pendidikan Agama Islam (PAI), Pondok Pesantren (Pontren), hingga urusan Zakat dan Wakaf.
“Urusan krusial seperti pengajuan izin operasional pun nantinya dapat diurus melalui sistem ini,” katanya.
Untuk memudahkan masyarakat, lanjut Slamet, pihaknya juga menyiapkan fitur chatbox atau pesan otomatis via call center.
Artinya, warga cukup mengirimkan pesan teks untuk mendapatkan jawaban instan mengenai data atau informasi yang mereka butuhkan.
Baca Juga:Percepat Penguatan Program Satu DataSK Pansel Tinggal Diteken Bupati
“Namun, bagi masyarakat yang memerlukan konsultasi lebih mendalam dan spesifik, Kemenag tetap menyediakan layanan tatap muka di kantor,” ungkapnya.
Langkah digitalisasi ini, menurutnya, disebut sebagai pengejawantahan dari skala prioritas Menteri Agama demi menciptakan pelayanan yang efisien di era modern.
“Dengan sistem baru ini, masyarakat dipastikan dapat menghemat waktu dan biaya perjalanan tanpa mengurangi kualitas hasil pelayanan, karena seluruh prosesnya tetap mengacu pada Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat,” jelasnya.
Saat ini, progres persiapan aplikasi QR KDR telah mencapai 60 persen dan sedang memasuki tahap pengisian konten aplikasi. Sarana dan prasarana penunjang pun telah matang disiapkan.
