HIMKI Gelar Furniture Bootcamp di Cirebon

HIMKI di Kota Cirebon
TINGKATKAN DAYA SAING: Furniture Bootcamp Batch II digelar HIMKI di Kota Cirebon, Senin (13/7/2026). Diikuti 40 perusahaan furnitur sebagai upaya meningkatkan daya saing produk rotan dan bambu Indonesia di pasar global. FOTO: CECEP NACEPI/RADAR CIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) menggelar Furniture Bootcamp Batch II di Kota Cirebon, sebagai upaya meningkatkan daya saing industri furnitur nasional, khususnya produk berbahan rotan dan bambu, di pasar global.

Kegiatan yang diikuti 40 perusahaan furnitur dari berbagai daerah di Indonesia itu merupakan lanjutan dari bootcamp pertama di Jepara yang berfokus pada industri berbahan kayu.

Wakil Ketua Umum Bidang UKM dan Kewirausahaan DPP HIMKI, Bambang Wijaya, mengatakan pelatihan tersebut dirancang untuk memperkuat kemampuan pelaku industri dalam menghadapi persaingan global yang semakin ketat.

Baca Juga:Hafal Alquran, Jago Basket, SMP Al Hikmah 2 Raih Juara di UGJAPILL Empat Fase Tingkatkan Keselamatan

“Bootcamp pertama berfokus pada industri perkayuan di Jepara, sedangkan di Cirebon kami menitikberatkan pada pengembangan furnitur rotan dan bambu,” ujarnya.

Menurut Bambang, Indonesia memiliki keunggulan berupa ketersediaan bahan baku rotan, kayu, dan bambu yang melimpah. Namun, keunggulan tersebut harus didukung inovasi desain agar mampu bersaing dengan negara produsen furnitur seperti China dan Vietnam.

Karena itu, HIMKI menghadirkan sejumlah desainer Indonesia berprestasi untuk membekali peserta mengenai pengembangan desain dan inovasi produk.

“Material dan keterampilan pengrajin merupakan kekuatan Indonesia. Hal itu harus didukung desain yang inovatif agar mampu meningkatkan daya saing dan ekspor furnitur nasional,” katanya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina HIMKI, Ir Soenoto, mengatakan Indonesia menguasai sekitar 85-90 persen sumber daya rotan dunia.

Menurutnya, potensi tersebut harus dimanfaatkan untuk meningkatkan ekspor produk furnitur jadi, bukan hanya bahan baku.

“Nilai tambah akan jauh lebih besar jika yang diekspor adalah produk jadi. Selain meningkatkan devisa, juga membuka lebih banyak lapangan kerja,” ujarnya.

Baca Juga:Jalan Cimanuk Mulai Diperbaiki, Ditargetkan Rampung dalam 40 HariMusim Kelulusan, Pembuatan Kartu AK-1 di Kota Cirebon Meningkat 

Melalui Furniture Bootcamp Batch II, HIMKI berharap pelaku industri semakin profesional, inovatif, dan mampu meningkatkan daya saing furnitur Indonesia di pasar internasional. (cep)

0 Komentar