RADARCIREBON.ID – Tokoh masyarakat Desa Sukamulya Kecamatan Tukdana. H Mukyadi SE menarik perhatian para tokoh nasional yang tergabung dalam wadah Forum Komunikasi Doa Bangsa (FKDB). Bahkan membuat jajaran kepilisan di lingkungan Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Mabes Polri ikut mengapresiasi langkah anak desa dalam ikut menyukseskan Program Ketahanan Pangan Nasional yang digagas oleh Pemerintah Indonesia.
Hal tersebut terungkap dalam acara yang digelar Forum Komunikasi Doa Bangsa (FKDB) bersama Kepolisian Republik Indonesia pada kegiatan pendampingan dan pembinaan Polri pada Program FKDB dalam peningkatan produktivitas dan kualitas budidaya padi, jagung, dan kedelai (pajale) di Best Western Premier The Hive, Jakarta, Rabu (15/07/2026).
H Mulyadi dengan semangat dan gayanya yang apa adanya itu menekankan pentingnya peran aktif seluruh anggota FKDB agar tidak hanya berhenti pada tataran teori dan kegiatan seremonial semata.
Baca Juga:Cheng Hoo Cup 2026 Kembali Bergulir, Hadirkan Tim Lokal hingga Internasional di GMC Arena Cirebon850 Atlet Pelajar dari 7 Kab/Kota Bertanding pada POPWILDA Jabar 2026 Wilayah III, Kota Cirebon Tuan Rumahnya
Ia mengingatkan, keberhasilan sebuah program tidak cukup hanya dibahas dalam forum atau kegiatan di hotel, melainkan harus diwujudkan melalui aksi nyata di lapangan. “Saya mengajak seluruh anggota FKDB untuk tidak hanya fokus pada teori atau kegiatan di hotel. Kita harus turun langsung ke lapangan agar benar-benar memahami kondisi riil dan bagaimana penanganannya,” tegasnya.
Menurutnya, pendekatan langsung di lapangan akan memberikan gambaran yang lebih konkret terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, sekaligus menghasilkan solusi yang lebih tepat sasaran.
Selain aktif di forum nasional, H. Mulyadi juga dikenal konsisten dalam mendukung program ketahanan pangan, khususnya pengembangan kedelai di Kabupaten Indramayu. Melalui Koperasi BBS, ia menginisiasi budidaya kedelai seluas 210 hektare di lahan HGU PT PG Rajawali II, Desa Sukamulya, Kecamatan Tukdana.
Ia pun optimistis, program tersebut akan membuahkan hasil maksimal dan ditargetkan memasuki panen raya pada akhir Agustus 2026, sebagai kontribusi nyata Indramayu dalam mendukung swasembada kedelai nasional.”Insya Allah, para petani kedelai di Indramayu akan menikmati panen pada bulan Agustus. Namun pihaknya juga mengeluhkan sulitnya untuk mendapatkan sumber air,” jelasnya.
Kehadiran H. Mulyadi sebagai pemateri dalam forum FKDB–Polri ini semakin menegaskan kiprahnya, tidak hanya di sektor pertanian, tetapi juga dalam membangun sinergi sosial dan kebangsaan melalui pendekatan langsung di tengah masyarakat. (dun)
