Hadapi Kemarau Panjang, Optimalkan Alsintan

sawah yang tandus
OLAH LAHAN: Petani Palimanan mengolah sawah yang tandus dengan traktor roda empat, kemarin. Penggunaan alsintan menjadi bagian dari upaya menghadapi tantangan kemarau panjang di Kabupaten Cirebon. FOTO: KHOIRUL ANWARUDIN/RADAR CIREBON
0 Komentar

Untuk mengangkat air, dibutuhkan pompa berkapasitas besar, minimal 4 inci. Air kemudian dapat dialirkan menuju lahan menggunakan pompa yang lebih kecil.

“Kadang-kadang kita menggunakan dua sampai tiga pompa karena lahannya jauh dari sumber air,” ujarnya.

Salah satu wilayah yang mendapat perhatian adalah Desa Beberan. Tatang menyebut, terdapat potensi kekeringan pada lahan sekitar 5 hektare.

Baca Juga:Honda Monkey Tampil dengan Pilihan Warna BaruDosen UT Dorong Guru SD di Cirebon Manfaatkan Mangrove sebagai Sumber Belajar

Namun, keberadaan sejumlah sumur pantek menjadi potensi sumber air yang dapat dioptimalkan dengan dukungan pompa.

Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, Satpel Plumbon berkoordinasi dengan penyuluh pertanian dan petugas pengendali organisme pengganggu tumbuhan (OPT).

Koordinasi juga dilakukan dengan Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) di tingkat provinsi maupun kabupaten untuk mendukung penyediaan sumber air.

Tatang menegaskan, penanganan dampak kekeringan tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja melainkan perlu koordinasi lintas sektor.

“Ketahanan pangan ini bukan hanya tanggung jawab Kementerian Pertanian. Semua pihak yang mendukung harus berkesinambungan. Apa yang dibutuhkan petani, kita kontribusikan secara bahu-membahu,” pungkasnya. (awr)

Laman:

1 2
0 Komentar