Kekeringan, 72 Hektare Sawah di Panyingkiran Gagal Panen

gagal panen majalengka
Bupati Eman Suherman didampingi Kepala DKP3, Kepala BPBD, Camat Jatitujuh, jajaran Muspika, dan perwakilan BBWS Cimanuk-Cisanggarung meninjau kondisi lahan pertanian terdampak kekeringan di Kecamatan Jatitujuh, Rabu (22/7).
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Bupati Majalengka Eman Suherman meninjau langsung dampak kekeringan terhadap lahan pertanian di Kecamatan Jatitujuh, Rabu (22/7). Peninjauan dilakukan untuk memastikan kondisi persawahan serta memantau dampak musim kemarau yang dipicu fenomena El Nino.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Gatot Sulaeman, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agus Tamim, Camat Jatitujuh, jajaran Muspika, serta perwakilan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung.

Eman mengatakan, pemerintah daerah ingin memastikan kondisi riil di lapangan sekaligus menginventarisasi persoalan yang dihadapi para petani.

Baca Juga:Peduli Dunia Pendidikan dan Generasi Muda, DWP Kemenag Kuningan Gelar Baksos dan Mengajar di MTs PUIKabaharkam Polri Karyoto Dinilai Berperan Besar Dukung Ketahanan Pangan di Indramayu

“Hari ini saya bersama Kepala DKP3, Kepala BPBD, dan jajaran memonitor langsung dampak kemarau panjang. Kami ingin memastikan kondisi sawah yang dikelola petani. Berdasarkan data, memang ada wilayah yang mengalami kekeringan, tetapi ada juga yang kini bisa bernapas lega karena pasokan air mulai tersedia,” ujarnya.

Berdasarkan hasil pemantauan, Kecamatan Kertajati yang didominasi sawah tadah hujan menjadi salah satu wilayah yang terdampak cukup parah. Minimnya sumber air dan jaringan irigasi menyebabkan lahan pertanian mengalami kekeringan. Sebagai solusi jangka panjang, Pemkab Majalengka akan mengkaji usulan masyarakat untuk memperbesar kapasitas embung penampung air hujan.

Sementara itu, di Desa Panyingkiran, Kecamatan Jatitujuh, sekitar 72 hektare lahan pertanian dipastikan mengalami gagal panen akibat tidak tersedianya pasokan air. Upaya pengeboran sumur sempat dilakukan, namun hasil survei geolistrik menunjukkan tidak terdapat cadangan air tanah yang dapat dimanfaatkan.

Untuk mengantisipasi kondisi serupa, pemerintah akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat sekaligus mengevaluasi pola tanam, termasuk mendorong penanaman komoditas yang lebih tahan terhadap kondisi kering seperti palawija.

Di sisi lain, Eman menyebut kondisi di wilayah Kecamatan Jatitujuh menunjukkan perkembangan positif. Enam desa, yakni Jatitujuh, Jatitengah, Biyawak, Jatiraga, Pilangsari, dan Puteridalam, kini memperoleh pasokan air yang cukup berkat sodetan dari Bendung Rentang yang mulai beroperasi sekitar satu bulan terakhir.

“Biasanya saat musim kemarau hanya sekitar 500 hektare sawah yang bisa dipanen. Setelah sodetan dari Bendung Rentang dibuka, hampir 2.000 hektare sawah di enam desa kini mendapat pasokan air sehingga terhindar dari gagal panen,” kata Eman.

0 Komentar