RADARCIREBON.ID – Kabar pergantian pucuk pimpinan di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) mulai santer berkembang di tengah masyarakat. Bahkan, Presiden Prabowo Subianto mulai mengundang sejumlah nama yang layak menduduki jabatan tersebut.
Salah satu perwira tinggi yang sudah diundang oleh Pabowo adalah Komisaris Jendral Polisi (Komjen Polisi) Karyoto. Beberapa waktu lalu, Karyoto dipanggil oleh orang nomor satu di lingkungan istana kepresidenan.
Dukungan terhadap Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol) Karyoto untuk mengemban amanah sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) terus mengalir dari berbagai kalangan. Kali ini, dukungan datang dari Ketua Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PW NU) Jawa Barat K H Juhadi Muhammad SH.
Baca Juga:Turun Langsung ke Sawah, Komjen Karyoto Dapat Apresiasi dari Petani IndramayuHaji Mulyadi Jadi Pemateri FKDB–Polri, Tekankan Aksi Nyata di Lapangan dan Bukan Hanya di Hotel
KH Juhadi menilai, Komjen Pol Karyoto merupakan figur pemimpin Polri yang memiliki rekam jejak panjang di bidang penegakan hukum, sekaligus menunjukkan kepedulian terhadap berbagai program strategis nasional, termasuk penguatan ketahanan pangan.
Menurutnya, Indonesia membutuhkan sosok Kapolri yang tidak hanya mampu menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga mampu membangun kolaborasi lintas sektor guna mendukung pembangunan nasional.
“Komjen Pol Karyoto adalah pemimpin yang memiliki pengalaman lengkap, integritas, dan kepedulian terhadap masyarakat. Selama mengemban berbagai jabatan strategis, beliau selalu membuka ruang sinergi dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, kelompok tani, hingga berbagai elemen bangsa,” ujar kiyai kharismatik kepada wartawan Radar Cirebon Group, Kamis (23/7/2026).
Ia menilai, pendekatan tersebut menjadi modal penting bagi Polri dalam menghadapi tantangan yang semakin kompleks di masa mendatang.Juhadi juga menyoroti kiprah Karyoto yang sekarang ini sedang menjabat sebagai Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri.
Menurutnya, Karyoto menunjukkan perhatian besar terhadap penguatan program ketahanan pangan melalui kerja sama dengan pemerintah daerah, kelompok tani, serta organisasi masyarakat.
Pendekatan itu dinilai mencerminkan pemahaman bahwa keamanan nasional tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum, tetapi juga erat kaitannya dengan stabilitas sosial, ketersediaan pangan, dan kesejahteraan masyarakat.
“Kapolri ke depan harus mampu menghadirkan Polri sebagai mitra masyarakat dalam menyukseskan berbagai program strategis pemerintah,” katanya.
