Berdasarkan hasil pendataan sementara, luas area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai 14,9 hektare di grid 22J dan 22K kawasan Blok Cirendang. Dugaan awal, kebakaran dipicu oleh kelalaian manusia. Sementara pengukuran lebih rinci mengenai luas areal dan titik awal munculnya api dijadwalkan pada hari ini, Rabu (22/7).
TNGC menegaskan, bahwa upaya pencegahan karhutla terus menjadi prioritas melalui berbagai langkah seperti sosialisasi kepada masyarakat, patroli kawasan rawan, koordinasi lintas instansi, penyediaan embung air, pembangunan dan pemeliharaan sekat bakar, hingga pembinaan Masyarakat Peduli Api (MPA) dan Mitra Masyarakat Polhut (MMP).
Balai TNGC juga mengajak, agar seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian ekosistem Gunung Ciremai dengan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Terutama selama musim kemarau, sehingga kawasan konservasi tersebut tetap aman dari ancaman kebakaran hutan dan lahan. (ags)
