Pedagang Eks Kalibaru Kini Menunggu Ramai di Sudut Dukuh Semar

pedagang bunga di belakang Terminal Harjamukti
SUDUT DUKUH SEMAR: Kios-kios pedagang bunga di belakang Terminal Harjamukti (Dukuh Semar), kemarin. Penunjang seperti PJU untuk aktivitas malam hari dan papan petunjuk di pinggir jalan utama hingga kini belum terealisasi. FOTO: ADE GUSTIANA/RADAR CIREBON
0 Komentar

Meski Pemkot Cirebon memberikan keringanan bebas pajak sewa pada tahun pertama—dan pemungutan pajak per lima tahun baru dimulai pada 2027—pedagang merasa skeptis terhadap kepastian status kepemilikan jangka panjang.

“Di Kalibaru dulu kami bayar pajak dan surat-surat lengkap, tapi ujung-ujungnya tetap direlokasi tanpa kompensasi. Di sini katanya bakal jadi hak milik, tapi kalau ada penggusuran lagi kita tidak tahu,” ungkap David.

Di tengah sepinya kunjungan fisik konsumen harian, pedagang berjuang secara mandiri dengan beralih memanfaatkan platform digital seperti TikTok dan Instagram untuk menjangkau pasar. Usaha penjualan bunga kini sepenuhnya menggantungkan nasib pada momentum tertentu. Seperti acara wisuda kampus, pernikahan, duka cita, hingga grand opening. Meski begitu, mereka selalu berharap Pemkot Cirebon segera membenahi fasilitas fisik kawasan.

Baca Juga:Barrel Pants Tak Lagi Sekadar Tren MusimanMusim Kemarau Picu Lonjakan Kebakaran

“Kami minta pelataran depan disemen atau paving block agar tidak berdebu, ditambah penerangan jalan, dan dipasang banner besar di pinggir jalan raya supaya masyarakat tahu kalau sentra bunga Kalibaru sudah pindah ke sini,” jelas David.

Padahal, Pemkot Cirebon sebelumnya merencanakan penataan kawasan Dukuh Semar seluas 4.400 meter persegi sebagai destinasi wisata rohani dan sentra ekonomi baru. Dari luas lahan tersebut, hanya 1.100 meter persegi yang dimanfaatkan oleh pedagang bunga.

Penataan kawasan mencakup revitalisasi Masjid Al-Hidayah bekerja sama dengan Yayasan H Karim Oei (Masjid Lautze 3) untuk menghadirkan arsitektur akulturasi Cirebon-Tiongkok serta mengangkat nilai sejarah kawasan pemakaman Mayor Tan Tjin Kie. Namun, di tingkat tapak, para pedagang bunga masih menanti janji pembenahan infrastruktur agar usaha mereka tidak mati suri. (*)

Laman:

1 2
0 Komentar