RADARCIREBON.ID – Penetapan dua pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Majalengka sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan dana hibah tahun anggaran 2024–2025 oleh penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Majalengka membuat Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) melakukan evaluasi.
Kepala Dispora Majalengka, Uju Gustawan, menegaskan pihaknya menghormati sepenuhnya proses hukum yang sedang berjalan. Namun, kasus dugaan penyalahgunaan dana hibah yang menyeret Ketua dan Bendahara KONI Majalengka mendorong Dispora mengambil langkah serius terkait pengelolaan anggaran.
“Kami menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan menimpa organisasi di bawah binaan Dispora. Tentu kami melakukan evaluasi terhadap pengelolaan dana hibah tersebut,” ujar Uju kepada Radar di kantornya.
Baca Juga:UMC Kirim Mahasiswa KKN Nasional ke Malang, Siap Wujudkan Pengabdian untuk Masyarakat JatimDua Hari Pencarian, Jasad N Ditemukan Meninggal Dunia di Sungai Cimanuk
Uju menjelaskan, dana hibah tahun anggaran 2026 sebesar Rp2,55 miliar tidak lagi dialokasikan dalam bentuk hibah kepada KONI. Anggaran tersebut dialihkan menjadi belanja dinas untuk mendukung sejumlah program, di antaranya pemusatan latihan atau training camp (TC) serta persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat.
“Tahun ini kami memiliki kewajiban mempersiapkan Porprov. Pos anggarannya sudah tersedia, termasuk untuk kegiatan TC yang telah berjalan,” katanya.
Menurut Uju, kasus yang menimpa KONI tidak memengaruhi persiapan Porprov maupun program pembinaan atlet. Seluruh agenda olahraga tetap berjalan sesuai rencana.
“Kasus yang sedang berjalan tidak boleh menghentikan pembinaan olahraga. Dispora tetap siap memfasilitasi kebutuhan atlet dan cabang olahraga,” tegasnya.
Ia menambahkan, pembinaan atlet dan persiapan menghadapi berbagai kejuaraan harus tetap menjadi prioritas agar prestasi olahraga daerah tidak terhambat. Anggaran yang dialihkan tersebut akan digunakan untuk mendukung program pembinaan cabang olahraga dan persiapan atlet menghadapi sejumlah agenda kompetisi, termasuk Porprov.
“Kami berharap situasi yang terjadi di KONI tidak memengaruhi semangat pembinaan olahraga. Dengan dukungan anggaran, fasilitas, dan komitmen bersama, pembinaan atlet diharapkan tetap berjalan optimal serta mampu membawa prestasi bagi Majalengka di tingkat provinsi maupun nasional,” pungkas Uju. (ono)
