OPD Pemkab Majalengka Kampanye Antikorupsi Lewat Kolaborasi dan Inovasi

Sekda Majalengka, Aeron Randi
Sekda Majalengka, Aeron Randi AP MP, mengapresiasi kampanye antikorupsi yang dikemas secara kreatif, inovatif, dan interaktif oleh seluruh OPD di lingkungan Pemkab Majalengka sebagai upaya memperkuat budaya integritas di kalangan ASN.
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka terus menumbuhkan semangat integritas melalui kampanye antikorupsi dengan pendekatan yang lebih kreatif, inovatif, dan interaktif.

Komitmen tersebut ditunjukkan dalam gelaran Kampanye Antikorupsi 2026 yang melibatkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD). Berbagai karya inovatif ditampilkan, mulai dari konten visual, media digital, hingga strategi komunikasi publik yang lebih segar untuk meningkatkan kesadaran kolektif dalam mencegah praktik korupsi.

Sekretaris Daerah (Sekda) Majalengka, Aeron Randi AP MP, menegaskan bahwa kampanye tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari komitmen berkelanjutan untuk menjaga integritas di lingkungan birokrasi.

Baca Juga:Buntut Kasus Korupsi KONI yang Sedang Ditangani Kejaksaan, Dispora Geser Dana HibahUMC Kirim Mahasiswa KKN Nasional ke Malang, Siap Wujudkan Pengabdian untuk Masyarakat Jatim

“Terima kasih kepada seluruh OPD yang telah membuat berbagai karya terkait pencegahan korupsi. Karya-karya tersebut dikemas dengan pendekatan kekinian agar lebih mudah dipahami masyarakat. Dengan cara ini, kita dapat menjawab amanat dari KPK. Apalagi Majalengka pernah ditunjuk sebagai percontohan kampanye antikorupsi, sehingga kita tidak boleh mundur,” ujar Aeron, Jumat (24/7).

Menurutnya, kualitas kampanye harus terus ditingkatkan dari tahun ke tahun. Evaluasi diperlukan untuk menutup berbagai celah yang masih ada sekaligus memperluas jangkauan kampanye agar lebih efektif dan menyentuh masyarakat.

“Kalau dibandingkan tahun lalu, tahun ini harus lebih baik. Kita perbaiki kekurangan yang ada melalui kampanye yang lebih interaktif dan masif. Karena itu, semangat kolaborasi dan inovasi harus terus dijaga,” katanya.

Sekretariat Daerah Kabupaten Majalengka juga mengapresiasi partisipasi aktif seluruh perangkat daerah dalam menyukseskan kampanye tersebut. Keterlibatan lintas sektor dinilai menjadi indikator bahwa semangat antikorupsi telah berkembang menjadi gerakan bersama, bukan sekadar instruksi struktural.

Aeron menegaskan, integritas tidak cukup hanya menjadi slogan, tetapi harus diwujudkan dalam budaya kerja yang diterapkan pada setiap lini pelayanan publik. Aparatur sipil negara (ASN) didorong untuk terus berinovasi, berbagi praktik baik, serta memperkuat sinergi antarlembaga.

Dengan mengedepankan profesionalisme, disiplin, dan kolaborasi, Pemkab Majalengka optimistis mampu mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel. (ono)

0 Komentar