Tak hanya itu, Kabupaten Cirebon juga ditopang oleh tiga simpul transportasi utama, yakni Pelabuhan Patimban, Bandara Kertajati dan Pelabuhan Cirebon.
Infrastruktur penunjang lainnya, ada lima gerbang tol, jalur ganda kereta api lintas Jawa hingga akses pelabuhan menjadi daya tarik tersendiri bagi investor.
“Dari sisi utilitas, ketersediaan listrik mencukupi untuk mendukung kegiatan industri, meski penyediaan air bersih masih menjadi tantangan yang perlu dibenahi,” terangnya.
Baca Juga:Barrel Pants Tak Lagi Sekadar Tren MusimanMusim Kemarau Picu Lonjakan Kebakaran
Sementara dari sisi penyerapan tenaga kerja, kata Hilmy, realisasi investasi pada triwulan II 2026, hasilnya menggembirakan. Yakni Rp3,25 triliun atau 75 persen dari target investasi sebesar Rp4,25 triliun.
Bahkan, berdasarkan data Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), investasi Penanaman Modal Asing (PMA) mampu menyerap 1.912 tenaga kerja Indonesia. Sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) menyerap 3.215 tenaga kerja.
“Jadi total tenaga kerja yang terserap dari investasi pada triwulan pertama mencapai 5.127 orang,” papar Hilmy.
Ditambahkannya, Kabupaten Cirebon juga memiliki beragam sektor unggulan yang berpotensi dikembangkan menjadi industri bernilai tambah.
Mulai dari sektor garam, perikanan, mangga gedong gincu, heritage, agrowisata, kuliner, industri rotan dan furniture, energi baru terbarukan seperti PLTB, briket ecocarbon, bahan bakar cair hingga pengelolaan sampah melalui kampung rongsok. (sam)
