RADARCIREBON.ID – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Cirebon membuka forum konsultasi publik bertajuk “Cirebon Aman, Investasi Lancar, Lapangan Kerja Terbuka Lebar”.
Agenda ini memantapkan nilai tawar posisi Kabupaten Cirebon sebagai salah satu daerah tujuan investasi di Jawa Barat.
Pasalnya, berbagai potensi investasi dan arah pembangunan dipaparkan kepada publik dan para pemangku kepentingan.
Baca Juga:Barrel Pants Tak Lagi Sekadar Tren MusimanMusim Kemarau Picu Lonjakan Kebakaran
Kepala DPMPTSP Kabupaten Cirebon, Dr Hilmy Riva’i MPd mengatakan, pihaknya sangat membutuhkan masukan yang konstruktif dari berbagai pihak untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui investasi.
Menurutnya, selama ini pemerintah daerah kerap terjebak pada pola pikir mengejar Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang bersumber dari pajak dan retribusi.
“Pajak itu ibarat berburu di kebun binatang. Sedangkan kami di dunia investasi punya kewajiban untuk mengundang, bukan berburu,” ujar Hilmy.
“Kami harus mampu membuka ruang dan menciptakan daya tarik bagi investor agar mau datang ke Kabupaten Cirebon,” terangnya.
Lebih lanjut, dijelaskan Hilmy, investasi tidak akan tumbuh tanpa adanya komunikasi yang baik antara pemerintah daerah dengan para investor. Karena itu, iklim investasi yang aman dan kondusif harus terus dijaga.
Meski demikian, Hilmy mengaku, masih terdapat sejumlah kendala di lapangan. Salah satunya adanya gangguan dari oknum tertentu di beberapa wilayah yang memiliki potensi investasi, khususnya di wilayah timur Kabupaten Cirebon.
“Harus ada pembagian yang jelas dan komitmen bersama untuk menjaga investasi. Jangan sampai investor yang datang justru merasa tidak nyaman,” katanya.
Baca Juga:Satu Desa Mulai Krisis Air Bersih, BPBD Cirebon Salurkan 8 Ribu Liter Air Larang Perpeloncoan dan Batasi Penggunaan Ponsel
Hilmy menjelaskan, kawasan peruntukan industri (KPI) di Kabupaten Cirebon luasnya 4.988 hektare (Ha) yang telah ditetapkan melalui perda RTRW Nomor 6 Tahun 2024.
“Keberadaan kawasan ini menjadi modal besar mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis industri dan jasa yang berkelanjutan,” terangnya.
Secara geografis, kata Hilmy, Kabupaten Cirebon berada di posisi strategis karena menjadi bagian dari kawasan Rebana (Cirebon-Patimban-Kertajati) yang diproyeksikan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jabar.
Wilayah ini juga menjadi penghubung antara Jawa Barat dan Jawa Tengah serta memiliki akses yang dekat dengan Pelabuhan Patimban dan Bandara Internasional Kertajati.
